- Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, menghadapi pemakzulan oleh Dewan Perwakilan Rakyat akibat tuduhan penyalahgunaan dana publik yang mencurigakan.
- Konflik politik memuncak setelah Sara diduga melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya pada 2024.
- Perseteruan dua dinasti politik ini memperuncing tensi elite Filipina menjelang Pemilu 2028 melalui penggunaan jalur hukum formal.
Suara.com - Ambisi Sara Duterte untuk mengikuti jejak ayahnya, Rodrigo Duterte menuju kursi presiden Filipina menghadapi ancaman serius setelah dirinya kembali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Filipina.
Wakil Presiden Filipina itu dituduh menyalahgunakan dana publik serta memiliki kekayaan yang dipertanyakan asal-usulnya.
Namun, tuduhan yang paling menyita perhatian berkaitan dengan pernyataannya yang dianggap mengancam Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya.
Mengutip The Guardian, Selasa (12/5/2026), konflik politik antara keluarga Duterte dan Marcos kini berkembang menjadi pertarungan elite terbesar di Filipina menjelang Pemilu 2028.
Persaingan dua dinasti politik itu bahkan disebut semakin tajam dengan penggunaan jalur hukum sebagai senjata politik.
Sosok Sara Duterte dan Jejak Politiknya
Sara Duterte merupakan putri sulung mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sebelum masuk politik, ia berprofesi sebagai pengacara.
Karier politiknya dimulai di Davao City, basis kekuatan keluarga Duterte di Filipina selatan.
Sara sempat menjabat Wakil Wali Kota Davao sebelum menggantikan ayahnya sebagai wali kota pada 2010.
Di dunia politik Filipina, Sara dikenal memiliki gaya kepemimpinan keras dan populis yang dianggap mirip dengan Rodrigo Duterte.
Baca Juga: Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
Ia juga membangun citra sebagai figur tegas yang dekat dengan masyarakat akar rumput.
Namanya mulai dikenal luas secara internasional setelah insiden pada 2011 ketika ia memukul seorang petugas pengadilan saat sengketa pembongkaran kawasan kumuh di Davao.
Peristiwa itu membuat Sara mendapat julukan 'the slugger'.
Selain dikenal gemar mengendarai motor besar, Sara Duterte juga sempat menjadi salah satu kandidat paling populer menjelang Pemilu Filipina 2022.
Pada akhirnya, ia memilih maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., putra mantan Presiden Ferdinand Marcos.
Koalisi 'UniTeam' saat itu berhasil memenangkan pemilu, meski menuai kritik dari kelompok prodemokrasi karena dianggap memperkuat politik dinasti di Filipina.
Berita Terkait
-
Wakil Presiden Dimakzulkan DPR! Perang Dinasti Politik Filipina Memanas Jelang Pemilu 2028
-
Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi