- Dewan Perwakilan Rakyat Filipina memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte atas dugaan korupsi, penyalahgunaan dana, dan ancaman pembunuhan.
- Perselisihan politik antara Sara Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr ini memperkeruh situasi menjelang Pemilu Filipina tahun 2028.
- Proses hukum selanjutnya akan berlanjut di Senat, yang menentukan nasib politik Sara serta potensi pelarangan jabatan publik seumur hidup.
Suara.com - Ambisi Sara Duterte untuk mengikuti jejak ayahnya, Rodrigo Duterte, sebagai presiden Filipina terancam setelah ia untuk kedua kalinya dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Ia dituding terlibat dalam dugaan korupsi dan ancaman pembunuhan.
Putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu juga diduga menyalahgunakan dana publik dan memiliki kekayaan yang tidak jelas asal-usulnya.
Menyitat The Guardian, Selasa (12/5/2026), tuduhan paling serius berkaitan dengan pernyataannya yang dianggap sebagai ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr dan keluarganya.
Drama politik antara dua klan berpengaruh ini mencerminkan ketatnya persaingan elite di Manila menjelang Pemilu 2028. Manuver hukum kini menjadi alat utama dalam pertarungan kekuasaan.
Dari Mitra Koalisi ke Lawan Politik
Sara Duterte, yang menjabat sebagai wakil presiden, dimakzulkan oleh mayoritas anggota parlemen yang didominasi sekutu Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Sebelumnya, keduanya berkoalisi dalam pemilu 2022, namun hubungan mereka kini memburuk dan berubah menjadi rivalitas terbuka.
Proses pemakzulan selanjutnya akan dibawa ke Senat untuk persidangan penentuan.
Jika terbukti bersalah, Sara dapat dilarang seumur hidup menduduki jabatan publik, yang akan menggagalkan rencananya maju pada 2028.
Baca Juga: Prabowo Bertemu Marcos Jr di KTT ASEAN, Stabilitas Asia Tenggara Jadi Prioritas
Sara membantah seluruh tuduhan tersebut. Tim kuasa hukumnya menyatakan bahwa beban pembuktian berada pada pihak penuduh sesuai konstitusi dan hukum yang berlaku.
Ancaman dan Dugaan Penyalahgunaan Dana
Tuduhan terberat yang disorot publik adalah pernyataan Sara yang dianggap sebagai ancaman terhadap Presiden Marcos Jr, istrinya Louise Araneta-Marcos, dan sepupunya, Martin Romualdez. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers daring.
Sara kemudian menyatakan ucapannya telah disalahartikan dan menegaskan tidak bermaksud mengancam siapa pun.
Selain itu, ia juga dituduh menyalahgunakan dana publik saat menjabat wakil presiden dan menteri pendidikan, termasuk dugaan praktik penyuapan dalam jumlah besar.
Pertarungan Penentu di Senat
Berita Terkait
-
Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Sering Jumat Berkah, Pemilik Kontrakan Ungkap Aktivitas Bidan di Sleman Usai 11 Bayi Dievakuasi
-
Sulit Datangkan Andrie Yunus, Oditur Militer Buka Opsi Hadirkan Dokter RSCM ke Persidangan
-
Jawab Tantangan Pasar Digital, Shopee Kucurkan Lebih Dari Rp100 Miliar Untuk Perkuat UMKM Lokal
-
Gudang Miami Kalideres Masih 'Mendidih': Letupan Freon dan Asap Beracun Hambat Pendinginan
-
Soal LCC Empat Pilar, Cucun Protes Keras ke Setjen MPR: Angkat Juri yang Bener
-
Dyastasita Juri LCC Empat Pilar MPR Pernah Diperiksa KPK soal Kasus Suap Rp 17 Miliar
-
Peneliti Ungkap Dua Ancaman Besar Ketahanan Pangan Indonesia, Apa Saja Itu?
-
Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari
-
Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara
-
7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu