- Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, menghadapi pemakzulan oleh Dewan Perwakilan Rakyat akibat tuduhan penyalahgunaan dana publik yang mencurigakan.
- Konflik politik memuncak setelah Sara diduga melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya pada 2024.
- Perseteruan dua dinasti politik ini memperuncing tensi elite Filipina menjelang Pemilu 2028 melalui penggunaan jalur hukum formal.
Pendukung Sara menilai dirinya memiliki kemampuan manajerial yang kuat dan pengalaman memimpin Davao City.
Namun para pengkritiknya mengaitkan keluarga Duterte dengan kebijakan perang narkoba kontroversial yang menimbulkan ribuan korban jiwa pada era Rodrigo Duterte.
Kontroversi Ancaman terhadap Ferdinand Marcos Jr.
Kontroversi terbesar Sara Duterte terjadi pada November 2024 ketika ia mengaku telah berbicara dengan seseorang untuk membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr. apabila dirinya dibunuh.
Dalam konferensi pers daring, Sara menyebut target ancaman itu juga mencakup Ibu Negara Liza Araneta-Marcos serta Ketua DPR Martin Romualdez.
Pernyataan tersebut langsung mengguncang politik Filipina. Aparat keamanan kemudian memperketat pengamanan presiden dan menyebut ucapan Sara Duterte sebagai ancaman aktif terhadap kepala negara.
Belakangan, Sara membantah tuduhan ancaman pembunuhan. Ia mengklaim pernyataannya hanya bersifat hipotetis dan muncul karena dirinya merasa terancam.
Kasus tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pemakzulan terhadap dirinya di parlemen Filipina.
Konflik Duterte vs Marcos Memanas
Hubungan politik Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr. yang awalnya solid mulai retak setelah pemerintahan berjalan.
Perseteruan keduanya berkembang menjadi perang politik terbuka antara dua keluarga paling berpengaruh di Filipina, yakni klan Marcos dan Duterte.
Baca Juga: Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
Selain konflik politik, Sara Duterte juga menghadapi sorotan terkait dugaan penyalahgunaan dana rahasia di kantor wakil presiden dan kementerian pendidikan Filipina.
Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut menjadi salah satu alasan utama parlemen mengajukan impeachment terhadap dirinya.
Di tengah berbagai kontroversi itu, Sara Duterte tetap memiliki basis pendukung kuat, terutama di wilayah selatan Filipina.
Banyak pendukungnya masih melihat Sara sebagai figur tegas yang mampu melawan elite politik Manila.
Berita Terkait
-
Wakil Presiden Dimakzulkan DPR! Perang Dinasti Politik Filipina Memanas Jelang Pemilu 2028
-
Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!