News / Internasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 17:11 WIB
Militer Korea Selatan kini menghadapi fenomena tak lazim di kalangan prajurit muda, yakni meningkatnya tren operasi plastik selama masa tugas. [Korea Times]
Baca 10 detik
  • Prajurit aktif militer Korea Selatan kini marak melakukan prosedur operasi plastik di tengah masa tugas mereka.
  • Tindakan bedah kosmetik tersebut menyebabkan gangguan serius terhadap kesiapan fisik prajurit dalam mengikuti jadwal latihan militer.
  • Klinik di kawasan Gangnam memicu tren ini dengan menawarkan promosi khusus serta diskon besar bagi personel militer.

Suara.com - Militer Korea Selatan kini menghadapi fenomena tak lazim di kalangan prajurit muda, yakni meningkatnya tren operasi plastik selama masa tugas.

Kondisi ini mulai menimbulkan gangguan terhadap kesiapan latihan hingga operasional di lapangan.

Menurut laporan Korea Times, sejumlah komandan di unit garis depan mengaku harus menyesuaikan jadwal latihan karena prajurit kembali ke barak dalam kondisi pascaoperasi plastik.

Salah satunya terjadi ketika seorang letnan terpaksa menolak prajurit ikut latihan cuaca dingin akibat hidungnya masih bengkak setelah prosedur bedah kosmetik.

“Saya benar-benar bingung karena dia menjalani operasi hidung tanpa pemberitahuan tepat sebelum latihan,” ujar perwira tersebut, dikutip dari Korea Times.

Ilustrasi operasi plastik, Ilustrasi bedah plastik. (Pexels/cottonbro studio)

Ia menilai kondisi itu berisiko menimbulkan komplikasi jika tetap dipaksakan turun ke lapangan.

Fenomena ini tidak lagi terbatas pada prajurit yang mendekati masa pensiun.

Jika sebelumnya operasi plastik umum dilakukan menjelang keluar dari dinas militer, kini prajurit aktif juga mulai melakukan prosedur serupa di tengah masa tugas.

Di kawasan Gangnam, Seoul, linik bedah plastik melaporkan peningkatan jumlah pasien dari kalangan militer.

Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Kembali Berkarier di Liga Voli Korea Selatan

Seorang manajer klinik menyebut setiap minggu ada dua hingga tiga prajurit yang datang untuk konsultasi operasi mata atau hidung.

Seorang prajurit berusia 22 tahun bahkan mengaku menabung dari gajinya yang sekitar 1,2 juta won per bulan demi operasi kelopak mata.

“Saya menabung berbulan-bulan, bahkan mengurangi belanja di kantin agar cukup untuk operasi,” ujarnya.

Tak sedikit klinik kecantikan yang menawarkan diskon khusus untuk personel militer.

Beberapa bahkan aktif memasarkan promo melalui media sosial, termasuk cara memanfaatkan asuransi swasta untuk menekan biaya.

Dalam laporan Hankook Ilbo, seorang jurnalis yang menyamar sebagai prajurit juga ditawari potongan harga hingga 40 persen di sebuah klinik di Gangnam.

Load More