- Lettu Budhi Hariyanto Widhi mengakui sebagai penginisiasi penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus saat sidang militer.
- Terdakwa memberikan saran penyiraman secara spontan di Pengadilan Militer Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026 sebagai tindakan praktis.
- Lettu Budhi mengaku tidak mempertimbangkan dampak bahaya cairan tersebut terhadap korban saat memberikan instruksi aksi kekerasan tersebut.
Suara.com - Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi, anggota BAIS TNI yang duduk sebagai Terdakwa II dalam sidang penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, mengakui di hadapan majelis hakim bahwa ide penyiraman itu lahir bukan dari rencana matang, melainkan dari satu kata yang meluncur begitu saja dari mulutnya, siram.
Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026), oditur mencecar Lettu Budhi dengan serangkaian pertanyaan yang membongkar asal-muasal gagasan keji itu.
Oditur memulai dengan mengkonfirmasi pernyataan Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko selaku Terdakwa I, bahwa kekesalan dan emosinya terhadap Andrie Yunus akan dilampiaskan dengan cara memukuli.
"Kemudian pada saat tanggal 11 tadi, Terdakwa I menyampaikan bahwa kekesalan dan emosi Terdakwa I kepada saudara Andrie Yunus itu akan dilampiaskan dengan memukuli?" tanya oditur.
"Siap, betul," jawab Lettu Budhi.
Pertanyaan Oditur lalu bergeser kepada peran sentral Lettu Budhi, mengapa ia justru menyarankan penyiraman, bukan pemukulan seperti yang direncanakan Terdakwa I.
"Nah, kenapa saudara Terdakwa II menyarankan untuk disiram? Apa alasannya?" tanya oditur lagi.
"Ya supaya lebih cepat dan praktis," sahut Lettu Budhi.
Oditur kemudian menggali lebih jauh, mempertanyakan apakah Lettu Budhi mengetahui efek cairan itu terhadap kulit manusia sebelum ia melontarkan sarannya.
Baca Juga: Sulit Datangkan Andrie Yunus, Oditur Militer Buka Opsi Hadirkan Dokter RSCM ke Persidangan
"Apakah saudara Terdakwa II mengetahui hasil atau mengetahui efek dari cairan itu apabila terkena kulit?" tanya oditur.
"Tidak tahu," kata Lettu Budhi.
Pengakuan itu memunculkan paradoks yang tajam. Lettu Budhi mengaku tidak mengetahui dampak cairan yang ia sarankan, namun tetap mengusulkannya tanpa ragu.
Oditur pun sempat mendesak Lettu Budhi untuk mengungkap pertimbangan apa yang mendasari gagasannya, dan jawaban sang perwira justru semakin memperlihatkan betapa ringannya ia memperlakukan nasib orang lain.
"Itu pertimbangannya apa terdakwa?" tanya oditur.
"Tidak ada pertimbangan. Spontanitas saja," kata Lettu Budhi.
Satu kata dari seorang anggota BAIS TNI, yang meluncur tanpa pertimbangan dan tanpa pengetahuan akan akibatnya, kini menjadi bukti dalam persidangan yang menyeret nama institusi militer ke dalam pusaran kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook