- Oditur Militer II-07 Jakarta mendatangi RSCM pada 12 Mei 2026 untuk membesuk korban penyiraman air keras, Andrie Yunus.
- Manajemen RSCM melarang kunjungan karena korban harus menjaga posisi tubuh tetap statis pascaoperasi demi keberhasilan tindakan medis.
- Oditur berencana memanggil dokter sebagai saksi ahli di persidangan guna menggantikan keterangan korban dalam menyusun tuntutan hukum terdakwa.
Suara.com - Oditur Militer II-07 Jakarta yang menangani perkara penyiraman air keras oleh empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026) untuk membesuk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, selaku korban dalam perkara tersebut.
Meski telah bersurat lebih dulu ke pihak rumah sakit, Oditur Militer II-07 tetap tidak diizinkan bertemu langsung dengan Andrie.
Letkol Chk Muhammad Iswandi selaku salah satu perwakilan oditur menerangkan bahwa kedatangan mereka ke RSCM didorong rasa kemanusiaan.
"Secara dari sisi kemanusiaan, kami ingin membesuk atau mengunjungi saudara Andrie Yunus yang menjadi korban dari para terdakwa. Dari sisi kemanusiaan, kami sebagai manusia biasa ingin menyampaikan rasa empati dan simpati juga kepada saudara Andrie Yunus terkait perbuatan para terdakwa," kata Iswandi.
Namun, pihak manajemen RSCM menjelaskan bahwa Andrie baru saja menjalani operasi dan masih dalam masa pemulihan, sehingga kunjungan tidak dimungkinkan demi keselamatan pasien.
"Akan sangat berbahaya apabila saudara Andrie Yunus mendapat kunjungan," terang Iswandi.
Ada satu kondisi spesifik yang menjadi alasan larangan kunjungan terhadap Andrie selepas tindakan medis.
"Di sebelah kanan, bahu sebelah kanan, itu tidak boleh bergerak. Tadi informasi dari manajemen rumah sakit, ini harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit, nanti operasinya akan gagal," jelas Iswandi.
Tim oditur militer akhirnya hanya bertemu manajemen RSCM bersama tim penasihat hukum Andrie saja untuk mendapat penjelasan ihwal kondisi korban.
Baca Juga: TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi
"Kami dijelaskan panjang lebar mengapa saudara Andrie Yunus tidak bisa dibesuk, tidak bisa ditengok. Jadi kami memahami," ucap Iswandi.
Keterangan dari Andrie selaku korban maupun dokter memang sangat dibutuhkan oditur sebagai "amunisi" dalam menentukan pasal tuntutan terhadap para terdakwa.
"Kalau kami tidak dapat, ya kami hanya dari para bukti dan dari pengakuan terdakwa serta saksi-saksi yang sudah kami periksa," tutur Iswandi.
Oleh karenanya, tim oditur membuka kemungkinan untuk memanggil dokter sebagai saksi ahli di persidangan andai memang Andrie tidak dapat dihadirkan.
Pemanggilan dokter dilakukan guna memperoleh gambaran kondisi terkini Andrie sebelum tuntutan disusun.
"Kalau memang nanti kami diperintahkan untuk memanggil dokter, nanti kami akan panggil," pungkas Iswandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4