- Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendesak pemerintah menindak tegas 200 ribu remaja yang terpapar judi online.
- Kementerian Komunikasi dan Digital wajib memutus akses situs serta aplikasi judi online secara berani dan tanpa kompromi.
- Polri diminta terus memberantas jaringan kejahatan siber internasional agar Indonesia tidak menjadi sarang bagi para pelaku kriminal.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, memberikan respons serius terkait data yang diungkap Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengenai hampir 200 ribu anak di Indonesia yang telah terpapar judi online (judol).
Ia menegaskan, bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat fenomena yang mengancam generasi muda tersebut.
"Iya, kalau pernyataan Komdigi ada ratusan ribu ya? 200.000 remaja kita terpapar judol online. Saya kira pemerintah tidak boleh berdiam, tapi justru harus melakukan langkah untuk pencegahan dan penindakan tentunya kan," ujar Rudianto kepada wartawan, dikutip Jumat (15/5/2026).
Menuruynya, langkah pencegahan harus dilakukan melalui edukasi masif kepada remaja mengenai bahaya dan dampak buruk judi online.
Namun, ia juga menekankan pentingnya keberanian dari sisi regulasi teknis oleh kementerian terkait.
"Situs-situs atau aplikasi atau apapun jenisnya yang ditengarai diduga adalah bagian dari sindikat judol ini, Komdigi harus berani untuk kemudian memutus atau menghentikan. Jangan malah ada kesan ada pembiaran yang akhirnya banyak situs-situs yang kesannya bebas atau tidak ditindaki gitu kan," tegasnya.
Selain menyoroti peran Komdigi, Rudianto juga menyinggung sisi penegakan hukum.
Ia mengapresiasi langkah Polri yang baru-baru ini menangkap ratusan warga negara asing terkait kejahatan siber di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta.
"Nah dari sisi penindakan oleh penegak hukum kemarin kan bahkan ada 320 orang kan warga negara asing yang ditangkap ya oleh pihak kepolisian. Tentu kita mendorong pihak kepolisian untuk kemudian mengambil langkah tegas dalam menindak para pelaku-pelaku kejahatan cyber, judi online ini, yang baru-baru di Hayam Wuruk itu adalah menandakan pertanda bahaya," katanya.
Baca Juga: Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret
Ia mengingatkan agar aparat keamanan terus membersihkan Indonesia dari jaringan kejahatan siber agar negara tidak menjadi markas bagi para pelaku kriminal internasional.
"Jangan kemudian kita negara kita Indonesia ini dijadikan rumah bagi para pelaku kejahatan cyber atau judi online ini. Justru penangkapan itu kemudian membersihkan betul negeri kita dari potensi ancaman judi online," kata dia.
Rudianto mengingatkan bahwa Presiden telah menyatakan perang terhadap judi online.
Ia mendesak jajaran menteri dan aparat penegak hukum untuk menerjemahkan arahan tersebut secara konkret dan tanpa kompromi.
"Apalagi kalau betul data yang dirilis oleh Komdigi yang menyatakan bahwa ada dua ratusan ribu rakyat Indonesia, remaja kita yang terindikasi bagian dari judi online tadi. Itu yang sangat membahayakan generasi ke depan. Nah pemerintah menurut hemat saya harus serius menjadikan ini musuh," tuturnya.
Ia menekankan bahwa sebagai "pembantu" Presiden, para menteri wajib memastikan tidak ada ruang bagi sindikat judi online di tanah air.
"Dan Presiden kan sudah mengatakan bahwa ini musuh negara gitu kan judi online ini. Artinya pembantu Presiden ini harus menerjemahkan bahwa tidak ada tempat bagi para pelaku kejahatan cyber atau judi online ini di Republik ini. Jadi harus dibongkar diusut sampai ke akar-akarnya. Jangan kemudian ada kesan bahwa situs-situs ini, aplikasi ini, atau jaringan ini bebas di media online kan. Jangan ada kesan seperti itu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis