- Video viral menuduh Presiden Donald Trump membaca dokumen rahasia milik Presiden Xi Jinping saat jamuan kenegaraan di Beijing.
- Rekaman utuh dari Gedung Putih membuktikan bahwa map hitam yang dibuka Trump adalah milik pribadinya sendiri.
- Tudingan mengintip dokumen tersebut dinyatakan sebagai hoaks karena potongan video yang beredar tidak menyertakan konteks yang lengkap.
Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka map hitam saat jamuan kenegaraan bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing viral di media sosial.
Banyak pengguna internet menuding Trump diam-diam membuka dokumen milik Xi Jinping ketika pemimpin China itu berdiri meninggalkan meja untuk menyampaikan pidato.
Video pendek tersebut dengan cepat memicu spekulasi liar dan ditonton jutaan kali di berbagai platform media sosial.
Sejumlah akun bahkan menyebut Trump sedang membaca catatan rahasia milik Xi Jinping.
Namun, rekaman lengkap yang kemudian dirilis pihak Gedung Putih menunjukkan narasi tersebut tidak benar.
Dalam video utuh, map hitam yang dibuka Trump ternyata merupakan dokumen miliknya sendiri.
Hal itu terlihat dari logo khas Gedung Putih yang tercetak di bagian sampul map tersebut.
Setelah Xi Jinping selesai berpidato, Trump juga tampak membawa map hitam yang sama saat menuju podium untuk memberikan sambutan.
Fakta itu membantah tudingan bahwa dokumen tersebut milik pemimpin China.
Baca Juga: Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
Potongan video yang viral sebelumnya dinilai menyesatkan karena dipotong tanpa konteks lengkap.
Banyak pengguna media sosial akhirnya salah memahami situasi yang sebenarnya terjadi dalam jamuan kenegaraan tersebut.
Akun media sosial X bernama RussiaNews sebelumnya mengunggah video itu dengan narasi bahwa Trump tertangkap mengintip buku catatan Xi Jinping.
Unggahan tersebut disebut meraih lebih dari 5 juta penayangan dan memicu ribuan komentar.
Dari penelusaran fakta video Donald Trump intip dokumen Xi Jinping ialah HOAX.
Berita Terkait
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
Trump T1: HP dengan Spesifikasi Premium, Buatan Perusahaan Donald Trump
-
Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran
-
Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Liburan Berujung Maut! 5 Turis Italia Tewas di Gua Bawah Laut
-
Minta Seluruh Aparat Harus Memperbaiki Diri, Prabowo: Jangan Jadi 'Backing' Narkoba dan Judi!
-
Gus Ipul Apresiasi Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat yang Semakin Sehat dan Berprestasi
-
Gus Ipul Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di Pati
-
Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK
-
Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak
-
JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja