Suara.com - Serangan udara terbesar dalam setahun terakhir yang diluncurkan Ukraina berhasil menembus pertahanan wilayah pinggiran Moskow dan menewaskan empat orang. Insiden fatal ini membuktikan bahwa wilayah sedalam Moskow kini tidak lagi steril dari jangkauan militer Kyiv.
Tiga korban jiwa ditemukan di pinggiran ibu kota Moskow, sementara satu korban lainnya tewas di wilayah Belgorod. Salah satu korban meninggal dunia yang teridentifikasi di area Moskow merupakan seorang pekerja migran asal India.
Dikutip dari Skynews, Kedutaan Besar India mengonfirmasi bahwa selain satu pekerja mereka yang tewas, terdapat tiga warga negara India lainnya yang mengalami luka-luka. Gelombang serangan ini juga memicu kerusakan parah pada sejumlah apartemen bertingkat serta fasilitas infrastruktur strategis Rusia.
Gubernur Wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, menjelaskan bahwa seorang wanita tewas mengenaskan setelah sebuah rumah hancur dihantam drone di Khimki, wilayah utara ibu kota. Di tempat terpisah, dua pria dilaporkan kehilangan nyawa mereka di Desa Pogorelki yang berada di Distrik Mytishchi.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil merontokkan 81 pesawat tanpa awak yang mengarah ke ibu kota sejak tengah malam. Namun, serpihan drone tetap melukai 12 orang yang sebagian besar berada di dekat gerbang masuk kilang minyak Moskow.
Target Vital Kilang Minyak Rusia
Pemerintah Rusia mengklaim bahwa kerusakan mekanis pada teknologi utama kilang minyak berhasil dihindari meskipun area sekitarnya hancur. Di pihak lain, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengumumkan keberhasilan operasi militer mereka yang tepat sasaran pada infrastruktur energi Rusia.
SBU menegaskan bahwa pasukan Ukraina sukses menghantam satu kilang minyak utama dan dua stasiun pompa minyak di wilayah Moskow. Operasi ini sengaja dirancang untuk melumpuhkan pasokan bahan bakar yang menjadi roda penggerak logistik militer Kremlin.
Melalui saluran Telegram resmi, SBU memberikan pernyataan tegas mengenai efektivitas dari operasi udara berskala besar ini. "Serangan terhadap fasilitas industri pertahanan, infrastruktur militer, dan situs logistik minyak mengurangi kemampuan musuh untuk melanjutkan perangnya melawan Ukraina. Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa wilayah Moskow yang dijaga ketat sekalipun tidak aman," kata SBU di Telegram.
Baca Juga: RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, turut memberikan pembelaan dan dukungan penuh atas tindakan agresif yang diambil oleh pasukannya. Menurut pemimpin Ukraina tersebut, operasi udara di jantung pertahanan Rusia ini merupakan langkah pertahanan diri yang sah.
"Sepenuhnya dibenarkan," ujar Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan itu.
Skala Pertempuran Udara Kedua Pihak
Kementerian Pertahanan Rusia merilis data bahwa total ada 556 drone Ukraina yang berhasil dijatuhkan di seluruh negeri hingga Minggu pagi. Angka ini menunjukkan eskalasi pertempuran udara yang masif dan belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa wilayah mereka juga dihantam oleh kiriman 287 drone militer milik Rusia secara bertubi-tubi. Sistem pertahanan udara Kyiv mengklaim berhasil melumpuhkan atau mengacak sinyal dari 279 drone musuh yang masuk.
Dinas Darurat Ukraina melaporkan delapan warga sipil terluka akibat pecahan peluru di wilayah Dnipropetrovsk tengah. Selain korban luka, serangan udara Rusia tersebut juga menghancurkan sejumlah kawasan pemukiman warga sipil di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu