News / Internasional
Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:49 WIB
Cawapres Donald Trump, JD Vance (instagram/teamjdvance)
Baca 10 detik
  • Pejabat Gedung Putih Sebastian Gorka mengungkap Presiden Trump menyiapkan surat instruksi khusus untuk Wakil Presiden JD Vance.
  • Surat tersebut disimpan di Resolute Desk sebagai langkah antisipasi jika terjadi serangan saat Trump mengunjungi China.
  • Langkah ini menjadi simbol bahasa kekuatan untuk negara besar guna mencegah ancaman terhadap keselamatan Presiden Trump.

Suara.com - Pejabat senior kontra-terorisme Gedung Putih, Sebastian Gorka, mengungkap Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyiapkan surat khusus untuk Wakil Presiden JD Vance jika sesuatu terjadi pada dirinya selama kunjungan ke China.

Pernyataan itu disampaikan Gorka dalam wawancara di podcast Pod Force One bersama jurnalis NY Post, Miranda Devine.

Dalam percakapan tersebut, Devine menanyakan kemungkinan ancaman keamanan terhadap Trump selama agenda diplomatiknya di Beijing.

Gorka menyebut surat itu disimpan di dalam Resolute Desk di Oval Office dan berisi instruksi yang ditujukan kepada JD Vance apabila Trump menjadi korban serangan atau pembunuhan.

“Ada surat di laci Resolute Desk yang ditujukan kepada Wakil Presiden jika sesuatu terjadi pada dirinya,” kata Gorka dikutip dari NY Post.

Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing mendadak diwarnai insiden ricuh. [istimewa]

Gorka menambahkan, pesan tersebut merupakan bentuk 'bahasa kekuatan' yang menurutnya dipahami negara-negara besar seperti China, Iran, dan Rusia.

“Begitulah bahasa kekuatan yang dipahami negara-negara seperti China, Iran, dan Rusia,” ujarnya.

Dalam wawancara itu, Miranda Devine juga menyinggung kemungkinan ancaman terselubung terhadap Trump, termasuk skenario diracun atau dibuat sakit selama berada di China.

Gorka menepis kekhawatiran tersebut dan menegaskan Trump berada dalam kondisi aman.

Baca Juga: Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Menurutnya, banyak pemimpin dunia justru ingin menjalin hubungan baik dengan Trump ketimbang mengambil risiko yang dapat memicu konsekuensi besar.

Ketika Devine kembali menyinggung kemungkinan serangan diam-diam seperti penyebaran penyakit, Gorka hanya menjawab singkat, “Kami punya protokol.”

Load More