- Kementerian Sosial menjaring 700 anak jalanan dan putus sekolah di Jabodetabek sejak April 2026 untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
- Menteri Sosial akan meminta persetujuan orang tua sebelum menempatkan anak-anak tersebut di asrama milik pemerintah tahun ajaran 2026/2027.
- Proses seleksi dilakukan melalui verifikasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional serta kunjungan lapangan untuk memastikan kondisi faktual anak.
Suara.com - Kementerian Sosial telah menjaring hampir 600 anak jalanan di area Jabodetabek untuk didaftarkan menjadi siswa Sekolah Rakyat. Ditambah dengan anak-anak yang putus sekolah, jumlahnya mencapai 700 orang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan, selanjutnya pihak Kemensos akan meminta izin kepada orang tua atau wali asuh anak-anak tersebut sebelum nantinya dibawa ke asrama Sekolah Rakyat.
"Sekarang sudah 700-an. Hampir 600 itu memang kebetulan ditemukan di jalan, kemudian ditindaklanjuti kunjungan ke rumahnya, dialog dengan orang tuanya," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Kemensos berencana mengundang para wali asuh anak-anak dalam waktu 1-2 pekan ke depan. Ratusan anak itu rencananya akan disebar ke berbagai titik Sekolah Rakyat yang ada di area Jabodetabek.
"Nanti akan dibagi di beberapa titik, menggunakan gedung-gedung sementara, seperti di LAN, kemudian di Kementerian Perhubungan, aset-asetnya Kementerian Perhubungan, ada juga pertanian BNN dan dari Kemensos sendiri. Ini semua sedang dalam proses," tuturnya.
Penyisiran anak jalanan itu telah dilakukan Kemensos sejak April lalu. Mereka rencananya akan direkrut menjadi siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran baru 2026/2027.
Pada tahap awal April lalu, Kemensos telah menjaring 77 anak jalanan di daerah Penjompongan, Jakarta Pusat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 anak teridentifikasi berasal dari jalanan dengan kondisi tidak bersekolah bahkan bekerja informal.
Setelah teridentifikasi, Gus Ipul mengatakan anak-anak tersebut tidak serta-merta langsung direkrut, melainkan diajak berdialog hingga dilakukan penelusuran ke rumah masing-masing untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Tujuannya, untuk memastikan kalau mereka benar terdaftar sebagai kelompok desi 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
Diketahui bahwa proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat dilakukan melalui dua jalur utama. Pertama, melalui data yang sudah tercatat dalam DTSEN, yang kemudian diverifikasi langsung dengan mendatangi rumah calon siswa untuk mencocokkan kondisi faktual.
Setelah itu, Kemensos juga melakukan pendekatan kepada orang tua guna memastikan persetujuan sebelum anak ditetapkan sebagai calon siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh