- Presiden Prabowo memanggil jajaran menteri ekonomi dan Gubernur BI ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).
- Pertemuan dilakukan untuk membahas kondisi terkini anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp17.660 per dolar AS.
- Sejumlah pejabat tinggi negara hadir di Istana namun belum memberikan keterangan resmi terkait hasil dari pertemuan tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota kabinet bidang ekonomi di tengah anjloknya rupiah dan IHSG hari ini. Menteri Keuangan hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) hadir di Istana.
Pantauan Suara.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto datang lebih awal. Ia tiba pukul 15.32 WIB di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Agendanya nanti kita lihat," kata Airlangga menanggapi pertanyaan mengenai agenda pertemuan dengan Prabowo di Istana.
Sebelum Airlangga, hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Adapun Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani tiba setelah Airlangga.
Kemudian giliran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Setibanya di Istana, bendahara negara ini menyampaikan kalau Prabowo mengundang dia untuk datang menghadap. Mengenai apa agenda pertemuan? Purbaya mengaku tidak tahu.
"Nanti saja habis meeting baru kita ngomong ya," pinta Purbaya ke awak media.
Datang berikutnya di Istana, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Gubernur BI Perry Warjiyo.
Perry tidak menanggapi sejumlah pertanyaan awak media perihal jebloknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang hari ini menembus Rp17.660 per 1 dolar AS.
Baca Juga: Istri Bongkar Tekanan Batin Menteri Purbaya: Gemas Lihat Anak Buah 'Nakal', Tapi Tak Bisa Pecat
"Terima kasih, terima kasih," ujar Perry sembari melambaikan tangan kanan dan berjalan menuju masuk arah Istana Negara, Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial