- Oknum ormas GRIB Jaya melakukan intimidasi dan membawa paksa Ilma Sani dari kediamannya di Jakarta secara tidak sah.
- Insiden dipicu kesalahpahaman video AI yang menghina Hercules, menyebabkan Ilma mengalami kekerasan verbal di markas ormas Kedoya.
- Ahmad Bahar menempuh jalur hukum serta meminta perlindungan Komnas Perempuan dan LPSK akibat trauma mendalam sang putri.
Kekerasan Verbal di Markas GRIB
Setibanya di Kedoya, Jakarta Barat pada waktu Magrib, Ilma harus berhadapan langsung dengan Hercules. Dalam pertemuan tersebut, Ilma mengaku mendapatkan tekanan psikis yang hebat.
"Pak Hercules masih tetap tidak percaya bahwa akun saya di-hack... Jadi pokoknya di sana ya saya merasa merasa tertekan, iya tertekan terintimidasi lah ya," ungkap Ilma.
Ahmad Bahar, ayah Ilma, mengaku baru mengetahui detail kekerasan verbal dan perlakuan yang dialami putrinya pada malam setelah kejadian.
Ia mengaku sangat terpukul dan tidak bisa menerima perlakuan tersebut.
"Untuk urusan anak saya yang dibawa tanpa izin dan dipaksa dan kemudian ada kekerasan verbal, nah itu saya kira dan kebetulan saya baru tahu itu tadi malam, nah itu saya sungguh bener-bener ibaratnya nggak terima, kok bisa begini caranya," tegas Ahmad.
Ia menambahkan bahwa trauma yang dialami putrinya sangat mendalam.
"Tertekannya di sini bisa sangat dalam, yang kebetulan kan mungkin seumur hidup anak saya ini belum pernah melihat, mengalami peristiwa seperti itu... Siapa pun orang tua pasti tidak terima mengalami hal-hal itu," lanjutnya.
Keluarga Ahmad Bahar kini berencana melaporkan tindakan ini ke Komnas Perempuan dan meminta perlindungan LPSK. (Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa Ormas GRIB Jaya Gegara Konten Kritik Hercules, Ini 8 Faktanya!
Berita Terkait
-
Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
-
Rumah Ahmad Bahar Didatangi Massa Ormas GRIB Jaya Gegara Konten Kritik Hercules, Ini 8 Faktanya!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Status Jabatan Sekda Tangsel Menggantung, BKN Didesak Segera Keluarkan Surat Pengukuhan
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang
-
Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi