- Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, melaporkan 3,9 juta anak Indonesia tidak bersekolah saat sidang di Mahkamah Konstitusi, Rabu (20/5/2026).
- Data menunjukkan ribuan desa di Jabodetabek masih kekurangan SD negeri, sementara lebih dari 60 persen gedung sekolah kondisinya rusak.
- JPPI khawatir anggaran Makan Bergizi Gratis mengancam dana pendidikan dan menghambat pemenuhan hak pendidikan bagi jutaan anak Indonesia.
Suara.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) beberkan ironi besar di sektor pendidikan di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Di tengah ambisi besar pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), realitas di lapangan justru memperlihatkan potret pendidikan yang sangat sekarat.
Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang perkara No. 40/PUU-XXIV/2026 terkait uji materiil UU APBN 2026.
Ubaid membeberkan, berdasarkan dokumen Kemendikdasmen per hari ini, masih ada 3.945.259 juta anak Indonesia yang tidak bersekolah.
Tragisnya, hampir separuh dari mereka belum pernah merasakan apa itu bangku sekolah.
"Hampir separuh dari mereka (48%), bahkan belum pernah menikmati bangku sekolah sama sekali, termasuk di layanan pendidikan di jenjang paling dasar (SD)," ujar Ubaid di Gedung MK, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
"Bahkan, keberadaan gedung SD bagi sebagian anak adalah barang mewah, karena tidak ada di desa/kelurahan dan mendapatkannya dirasa masih susah," katnya menambahkan.
Ia menuturkan kalau potret buram tersebut tidak hanya terjadi di wilayah pelosok atau daerah 3T, Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Krisis akses pendidikan dasar itu disebut sudah mengepung wilayah penyangga ibu kota.
Ubaid menuturkan kalau dari sekitar 1.495 desa dan kelurahan di Jabodetabek, terdapat 137 desa dan kelurahan yang hanya memiliki satu SD negeri.
Baca Juga: Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat
Bahkan, ada 24 desa dan kelurahan yang sama sekali tidak memiliki SD negeri.
"Meski kini pemerintah mewajibkan sekolah hingga 13 tahun (Wajar 13 Tahun), layanan pendidikan dasar kita masih belum menjangkau semua anak. Ini kondisi di Jadebotabek. Di luar wilayah ini, pasti lebih memperihatikan," tuturnya.
Kondisi ini diperparah dengan infrastruktur yang hancur.
Data pemerintah sendiri mencatat ada lebih dari 60 persen gedung SD di Indonesia dalam kondisi rusak. Alih-alih fokus memperbaiki sekolah, pemerintah justru memasukkan program makan gratis ke anggaran pendidikan.
"Jutaan anak masih belajar di sekolah rusak, ruang kelas bocor, dan fasilitas yang tidak layak," lanjutnya.
Ubaid menegaskan, jika anggaran raksasa MBG terus dipaksakan memotong porsi mandatory spending pendidikan 20 persen, maka ruang fiskal untuk memperbaiki nasib jutaan anak ini akan hilang. Bahkan, putusan MK setahun lalu soal sekolah gratis di negeri dan swasta pun kini terancam jadi pepesan kosong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
TAUD Bongkar Dugaan Aktor Sipil di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Jangan Hanya Hukum Eksekutor!
-
Sidang Tuntutan Terdakwa Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Mundur ke 3 Juni, Ada Apa?
-
Terancam Pidana Berat, 4 Oknum TNI Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Hadapi Sidang Tuntutan
-
Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP
-
Puan Maharani Senyum-senyum Usai Prabowo Puji dan Terima Kasih ke PDIP di Paripurna
-
Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp80 Ribu per Kg!
-
Thailand Pangkas Masa Bebas Visa WNA usai Marak Kasus Kejahatan
-
TPST Bantargebang Tutup 2027, Pemprov DKI Bakal Beri Insentif ke RW yang Lakukan Pemilahan Sampah
-
Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil karena Kekayaan RI Lari ke Luar Negeri
-
Penyidikan Dinilai Stagnan Jadi Alasan TAUD Ajukan Praperadilan Kasus Andrie Yunus