- The New York Times melaporkan rencana AS dan Israel menempatkan mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, sebagai pengganti Ayatollah Khamenei.
- Upaya pembebasan Ahmadinejad dari tahanan rumah melalui serangan udara Israel justru melukai dirinya dan menyebabkan rencana tersebut gagal total.
- Nasib Ahmadinejad kini tidak diketahui setelah ia meragukan rencana Israel dan menghilang pasca serangan militer di Teheran tersebut.
Ia pernah tiga kali mencalonkan diri kembali sebagai presiden - yakni pada 2017, 2021 dan 2024 - tetapi selalu dicoret oleh Dewan Penjaga Konsitusi Iran yang terdiri 12 orang pakar hukum Islam dan hukum sipil Iran.
Orang-orang dekat Ahmadinejad juga diincar oleh Teheran. Esfandiar Rahim Mashai, mantan kepala staf kepresidenan Ahmadinejad, pada 2018 ditahan dan diadili karena dituding dekat dengan badan mata-mata Inggris serta Mossad.
Sementara pada 2019, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Ahmadinejad memuji Presiden Trump dan mendukung pendekatan baru antara AS dengan Iran.
Ahmadinejad sendiri juga mulai dituduh dekat dengan Barat. Beberapa perjalanannya ke luar negeri menambah spekulasi tersebut. Ia misalnya pada 2023 mengunjungi Guatemala dan pada 2024 serta 2025 berkunjung ke Hongaria. Dua negara itu diketahui memiliki relasi kuat dengan Israel.
Dalam kunjungan terakhirnya ke Hongaria pada tahun lalu, ia kembali ke Iran pada Juni hanya beberapa hari sebelum Israel menyerang Iran dalam Perang 12 Hari.
Saat perang berlangsung, Ahmadinejad dan keluarganya tak banyak mengeluarkan pernyataan di media sosial. Dan hal ini rupanya diperhatikan oleh publik Iran.
Apakah Ahmadinejad memang benar sudah direkrut Mossad atau tidak, hal ini masih menjadi misteri. Mossad sendiri menolak menjawab pertanyaan The New York Times terkait ini.
Adapun nasib Ahmadinejad hingga kini belum diketahui.
Baca Juga: Aturan Baru Selat Hormuz, Iran Siap Tarik Biaya Layanan Kapal
Tag
Berita Terkait
-
Gertakan atau Ancaman Nyata? Klaim Donald Trump Tunda Serangan Bikin Iran Ketar-ketir
-
Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin
-
Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!
-
Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN