Suara.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan kesiapannya untuk melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, Pendaftaran siswa baru itu dilakukan melalui jalur zonasi yang terbagi dalam tiga klaster berdasarkan jarak tempat tinggal.
Dia menjelaskan, klaster pertama diperuntukkan bagi calon siswa dengan jarak rumah 0 hingga 1 kilometer dari sekolah tujuan dengan kuota paling besar 60 persen.
Sementara klaster kedua diperuntukkan bagi calon siswa dengan radius di atas 1 kilometer hingga 2 kilometer dengan kuota sebesar 25 persen.
Sedangkan klaster ketiga berlaku untuk radius di atas 2 kilometer sampai 3 kilometer dengan kuota 15 persen.
“Klaster 1 jarak 0 sampai 1 kilometer kuotanya 60 persen, klaster 2 di atas 1 sampai 2 kilometer kuotanya 25 persen, lalu klaster 3 di atas 2 sampai 3 kilometer kuotanya 15 persen,” jelasnya.
Selain jalur domisili, lanjut Deden, SPMB Tangsel 2026 juga masih menggunakan tiga jalur lainnya, yakni jalur afirmasi, jalur prestasi, dan jalur mutasi.
"Jadi secara aturan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, masih pakai empat jalur itu," ucapnya.
Sedangkan terkait dengan petunjuk teknis (juknis) yang digunakan untuk proses SPMB, Deden mengaku, hal itu telah disiapkan lebih awal dan saat ini sosialisasi masih dilakukan hingga tingkat kecamatan.
Baca Juga: Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
Bahkan kata dia, kuota untuk masing-masing ruang belajar pun telah ditentukan pada masing-masing sekolah.
“SPMB sudah siap. Juknis sudah kami buat dari minggu kemarin dan sosialisasi ke kecamatan juga hampir selesai,” kata Deden.
"Setiap sekolah ketersediaan ruang belajar nya beda-beda, ada yang 11, 8, atau 7. Tapi untuk kuotanya per roombel itu 42 siswa," ungkapnya.
Adapun terkait dengan waktu pelaksanaan SPMB, menurutnya hal itu akan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 mendatang.
"Untuk tanggal pastinya perlu saya cek lagi, tapi biasanya rentang waktu nya itu," tutup Deden.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan sistem SPMB 2026 dengan prima dan aman.
Berita Terkait
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Viral Delapan Siswa SMK 1 Polewali Keroyok Satpam karena Tak Terima Ditegur Merokok
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
China dan Rusia Buka Rute Dagang Baru Lewat Kutub Utara, Apa Efeknya di Selat Malaka dan Indonesia?
-
Ketum PRIMA Nilai Pidato Presiden Tegaskan Arah Baru Pembangunan Nasional Berbasis Ekonomi Pancasila
-
TAUD Minta Hakim Praperadilan Nyatakan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke POM TNI Tak Sah!
-
Prabowo Persilakan DPR hingga Kepala Daerah Cek Dapur MBG: Temuan Penyimpangan Langsung Ditindak
-
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
-
Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan
-
Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru
-
Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara
-
Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM
-
Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan