- Presiden Donald Trump menunda serangan militer terhadap Iran, memicu ketidakpastian di Teheran mengenai rencana tindakan Amerika Serikat selanjutnya.
- Pejabat Iran menyatakan kesiapan menghadapi agresi militer sambil tetap melanjutkan negosiasi diplomatik untuk menuntut pencabutan sanksi ekonomi.
- Analis dan tokoh politik Iran berbeda pendapat mengenai motif AS, apakah merupakan taktik politik atau ancaman perang nyata.
Suara.com - Klaim Amerika Serikat, Donald Trump bahwa ia menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran telah memperdalam ketidakpastian di Teheran.
Para pejabat dan analis disebut-sebut terpecah pendapatnya mengenai apakah Washington sedang menggertak, mengulur waktu, atau bersiap untuk serangan putaran berikutnya.
Trump mengatakan ia telah menunda serangan yang direncanakan untuk hari Selasa, sebelum memperingatkan bahwa Amerika Serikat tetap siap untuk menyerang Iran dengan keras.
"Amerika Serikat mengatakan telah menghentikan sementara serangan terhadap Iran untuk memberi kesempatan pada diplomasi, sementara secara bersamaan berbicara tentang kesiapan untuk serangan skala besar kapan saja," tulis Kazem Gharibabadi, wakil menteri luar negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, menulis di X melansir laman Iran International, Rabu (20/5/2026).
"Ini berarti menyebut ancaman sebagai peluang untuk perdamaian," tambah dia.
Ia menambahkan bahwa Republik Islam siap untuk menghadapi "agresi militer apa pun" dan bahwa "penyerahan diri tidak ada artinya" bagi Iran.
Gharibabadi kemudian mengatakan kepada anggota parlemen bahwa proposal terbaru Iran kepada Washington mencakup tuntutan seperti pengakuan hak Iran untuk pengayaan uranium, pencabutan blokade angkatan laut AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, dan pengakhiran sanksi. Ia tidak memberikan rincian tentang tanggapan Washington.
Jurnalis reformis Ahmad Zeidabadi mempertanyakan kredibilitas Trump, menulis bahwa jika pernyataan presiden AS itu akurat, maka pihaknya harus sangat meragukan tingkat perhitungan rasional minimum yang dimilikinya."
“Apakah Trump tidak tahu bencana bersejarah apa yang akan ditimbulkan oleh dimulainya kembali perang di seluruh wilayah Teluk Persia?” tanya Zeidabadi. “Apakah dia berencana untuk memulai kembali perang tanpa berkonsultasi dengan para pemimpin sekutu?” tambahnya.
Baca Juga: Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS
Sementara penasihat pemimpin tertinggi Iran dan mantan komandan Garda Revolusi (IRGC), Mohsen Rezaei, menuduh Trump menetapkan dan kemudian membatalkan tenggat waktu militer dalam upaya untuk memaksa Iran tunduk.
Dia memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan "memaksa Amerika untuk mundur dan menyerah."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi