News / Internasional
Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB
Sutrawati Kaharuddin menceritakan komunikasi terakhirnya dengan putranya, Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat yang ditangkap Israel [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla mengalami kekerasan fisik dan disetrum saat ditahan Israel.

  • Para relawan kemanusiaan telah berhasil dievakuasi ke Istanbul, Turki dalam kondisi fisik stabil.

  • Pemerintah Indonesia menjamin pengawalan ketat untuk memulangkan seluruh relawan secepat mungkin ke Tanah Air.

Proses evakuasi dari wilayah konflik menuju pos transit di Turki terlaksana berkat kerja sama taktis antarpemerintah dengan menyewa pesawat khusus.

Setibanya di bandara transit, saluran komunikasi darurat langsung tersambung dengan otoritas tertinggi Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengapresiasi keteguhan para relawan dan langsung memantau situasi visual mereka lewat sambungan digital.

"Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call."

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan satu pun warga negara telantar di area konflik internasional pasca-insiden kemanusiaan ini.

Sebagai latar belakang, Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan pergerakan aktivisme laut internasional yang bertujuan menembus blokade demi menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Penahanan sepihak dan kekerasan oleh tentara Israel terhadap aktivis sipil memicu kecaman luas serta mengaktifkan alarm darurat perlindungan WNI.

Load More