-
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla mengalami kekerasan fisik dan disetrum saat ditahan Israel.
-
Para relawan kemanusiaan telah berhasil dievakuasi ke Istanbul, Turki dalam kondisi fisik stabil.
-
Pemerintah Indonesia menjamin pengawalan ketat untuk memulangkan seluruh relawan secepat mungkin ke Tanah Air.
Proses evakuasi dari wilayah konflik menuju pos transit di Turki terlaksana berkat kerja sama taktis antarpemerintah dengan menyewa pesawat khusus.
Setibanya di bandara transit, saluran komunikasi darurat langsung tersambung dengan otoritas tertinggi Kementerian Luar Negeri di Jakarta.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengapresiasi keteguhan para relawan dan langsung memantau situasi visual mereka lewat sambungan digital.
"Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call."
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan satu pun warga negara telantar di area konflik internasional pasca-insiden kemanusiaan ini.
Sebagai latar belakang, Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan pergerakan aktivisme laut internasional yang bertujuan menembus blokade demi menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Penahanan sepihak dan kekerasan oleh tentara Israel terhadap aktivis sipil memicu kecaman luas serta mengaktifkan alarm darurat perlindungan WNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung