- Pemprov DKI Jakarta menertibkan praktik parkir liar di kawasan Blok M melalui operasi gabungan pada Kamis, 21 Mei 2026.
- Petugas berhasil menjaring tiga belas juru parkir liar hasil pemantauan intensif di berbagai titik lokasi rawan tersebut.
- Seluruh pelanggar dibawa oleh Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan secara humanis agar tidak mengulangi perbuatan serupa kembali.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar razia dalam menertibkan praktik parkir liar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Operasi dipimpin Kepala Suku Dinas (Kasudin) Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu dan melibatkan aparat gabungan dari berbagai instansi mulai dari Dalops, Unit Pengelola (UP) Parkir, Satpol PP Jakarta Selatan, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, personel Lintas Jaya, hingga unsur TNI dan Polri.
Sebelum turun ke lapangan, mereka terlebih dahulu melakukan pengintaian. Tim UP Parkir melakukan pemantauan lokasi selama satu hari penuh untuk memetakan titik-titik aktivitas yang menyalahi aturan itu.
Hasilnya, 13 juru parkir (jukir) liar berhasil dijaring dalam dua jam operasi penertiban yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026).
Bernad menyebut operasi bukan sekadar penindakan, melainkan bagian dari upaya terpadu menjaga ketertiban ruang publik.
“Penertiban ini merupakan bagian dari upaya bersama menjaga ketertiban umum dan memberikan kenyamanan bagi warga,” ujarnya.
Masalah parkir liar di kawasan Blok M memang sudah jadi keluhan para pengunjung sejak lama.
Dengan kini di bawah pengelolaan langsung oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, diharapkan isu berulang itu dapat tertangani.
Pengawasan dan penindakan akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik rawan parkir liar.
Baca Juga: Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
Seluruh 13 jukir liar yang terjaring langsung digelandang menggunakan kendaraan Dinas Sosial untuk menjalani pembinaan lebih lanjut.
Pemprov DKI menegaskan, pendekatan yang digunakan bersifat manusiawi dan bukan semata-mata penindakan keras.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis melalui pembinaan terhadap para pelanggar, agar tidak kembali melakukan praktik serupa di kemudian hari,” pungkas Bernad.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!
-
Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel
-
Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU
-
Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik
-
Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF
-
Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI