-
Ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel telah tiba di Istanbul.
-
Militer Israel menyita seluruh lima puluh kapal bantuan yang berusaha menembus blokade Gaza.
-
Para korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit dan penyelidikan hukum segera dimulai.
Suara.com - Penahanan paksa ratusan aktivis kemanusiaan internasional oleh militer Israel di perairan internasional memicu eskalasi diplomatik baru. Blokade total yang kian mencekik warga Palestina kini justru mempertegas solidaritas global yang gagal diredam oleh kekuatan senjata.
Tiga pesawat Turkish Airlines yang membawa ratusan relawan internasional pengawal misi bantuan kemanusiaan mendarat darurat di Bandara Istanbul, Turkiye. Mereka merupakan bagian dari delegasi berani mati yang berupaya menembus tembok blokade laut di Jalur Gaza.
Langkah evakuasi ini menjadi babak baru perlawanan hukum internasional terhadap tindakan sepihak Israel di wilayah laut bebas. Pemulangan ini sekaligus menegaskan posisi Turkiye sebagai basis utama penyaluran logistik darurat bagi warga Gaza.
Isak tangis keluarga dan pejabat tinggi menyambut kedatangan para aktivis kemanusiaan di ruang VIP bandara.
Sejumlah ambulans telah disiagakan penuh untuk langsung melarikan para relawan yang mengalami luka fisik akibat serangan.
Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menegaskan bahwa pemerintahnya bergerak cepat untuk mengamankan seluruh korban.
"Penerbangan khusus telah disiapkan untuk memulangkan warga negara Turkiye dan peserta dari negara lain yang terlibat dalam misi bantuan flotila tersebut ke Turkiye," ujarnya.
Selepas prosesi penyambutan, otoritas hukum Turkiye tidak tinggal diam atas insiden kekerasan di laut internasional tersebut. Para aktivis dijadwalkan segera menjalani pemeriksaan medis menyeluruh di Institut Kedokteran Forensik Istanbul.
Pemeriksaan forensik ini menjadi langkah krusial untuk mengumpulkan bukti konkret atas kekerasan fisik yang dilakukan militer Israel.
Baca Juga: 9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
Jaksa penuntut umum Istanbul memastikan penyelidikan formal akan berjalan demi menyeret kasus ini ke ranah hukum internasional.
Tindakan represif Israel sebelumnya dilaporkan telah melumpuhkan seluruh armada logistik yang bergerak membawa bantuan.
Pihak flotila menyatakan bahwa seluruh 50 kapal dalam konvoi mereka telah disita secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.
Penyitaan massal tersebut memutus rantai pasokan bahan makanan pokok dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di dalam kantong pengungsian.
Meskipun kapal-kapal mereka dikuasai, semangat perlawanan kemanusiaan dari para aktivis dilaporkan tidak surut.
Konvoi pelayaran Global Sumud Flotilla ini mengangkut sebanyak 428 orang delegasi yang berasal dari 44 negara berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel
-
Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya
-
Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU
-
BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global
-
Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi
-
Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
Atta Rumnan Gandeng Aldi Taher untuk Gebrakan Musik di 3 Negara