News / Nasional
Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis. (Laily Rachev - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo melakukan tiga kali kunjungan ke Prancis untuk memperkuat posisi serta ambisi politiknya di panggung global.
  • Pakar Hubungan Internasional UMY menilai langkah tersebut bertujuan menjadikan Prabowo sebagai aktor internasional yang diperhitungkan dunia secara strategis.
  • Kerja sama dengan Prancis mencakup isu transisi energi dan investasi sebagai penyeimbang taktis dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

Suara.com - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang mencapai tiga kali dinilai bukan sekadar menjalankan agenda diplomasi formal negara.

Langkah itu dinilai tidak bisa dilepaskan dari ambisi Prabowo untuk sekaligus memperkuat dirinya di panggung politik internasional.

Ketua Program Studi Hubungan Internasional UMY, Ade Marup Wirasenjaya, menilai karakter politik luar negeri Prabowo berbeda dengan Presiden ke-7 Joko Widodo yang lebih berorientasi pada agenda domestik.

Menurutnya, Prabowo cenderung aktif memanfaatkan berbagai forum dan hubungan internasional untuk membangun peran yang lebih besar di tingkat global.

"Pak Prabowo itu sepertinya sih ingin menggunakan segala ruang supaya Indonesia itu ya, bukan supaya Indonesia, supaya dirinya sebetulnya, supaya Pak Prabowo itu jadi aktor penting," kata Ade kepada Suara.com, Jumat (29/5/2026).

Ia menilai Prancis menjadi mitra yang menarik bagi Prabowo karena memiliki pengaruh cukup kuat di Eropa dan kerap mengambil posisi strategis dalam berbagai isu internasional.

"Menurut saya dibilang strategis ya strategis, tetapi dibilang politis ya sangat politis. Semua tindakan kepala negara saya pikir sangat politis," ujarnya.

Disampaikan Ade, kunjungan dan komunikasi yang intens dengan Prancis dapat dipahami pula sebagai kelanjutan dari hubungan yang telah terbangun pada era pemerintahan Jokowi.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengawali kunjungan resmi kenegaraannya di Prancis dengan menghadiri upacara penyambutan kenegaraan yang berlangsung khidmat dan megah di Les Invalides, Paris, pada Kamis (28/5/2026). (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan RI)

Selain itu, Prancis disebut memiliki kepentingan terhadap Indonesia dalam berbagai isu seperti transisi energi, investasi, dan pengembangan ekonomi hijau.

Baca Juga: Prabowo Puji Keberanian Macron di Panggung Dunia: Indonesia dan Prancis Punya Sikap yang Sama

Ia menambahkan bahwa manuver ini dipandang sebagai kalkulasi politik jangka pendek Prabowo untuk membangun legasi global di sisa usianya.

"Nah, tapi kalau bagi saya itu tidak lepas dari ambisi-ambisi Prabowo yang memang ingin ya setidak-tidaknya dari Asia Tenggara ada pemimpin yang diperhitungkan lah kira-kira. Mungkin Pak Prabowo ingin seperti Erdogan mungkin," kata dia.

Di sisi lain, Ade menggarisbawahi upaya Prabowo dalam memanfaatkan situasi geopolitik saat ini, termasuk sikap kritis Prancis terhadap konflik di Timur Tengah.

Langkah merapat ke Paris dianggap sebagai penyeimbang taktis atas arah kebijakan luar negeri Indonesia yang juga merangkul kekuatan dunia lainnya.

"Pak Prabowo ini seolah-olah ingin mengatakan, 'ini loh saya selain merapat ke Donald Trump yang kacau kan juga merapat ke Prancis yang kritis' gitulah kira-kira," tandasnya.

Load More