News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 10:38 WIB
Mams Sinta dan sejumlah Adat Malind mendaftarkan gugatan izin kelayakan lingkungan hidup rencana pembangunan jalan 135 km di Merauke ke PTUN Jayapura (Greenpeace/Alif Rizky Nouddy Korua)
Baca 10 detik
  • Mama Sinta, tokoh adat Merauke, melaporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya terkait penggunaan wajahnya tanpa izin.
  • Laporan tersebut diajukan karena identitas Mama Sinta muncul dalam film dokumenter Pesta Babi tanpa persetujuan pribadinya.
  • Mama Sinta kini mendukung proyek food estate di Papua Selatan demi kesejahteraan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Perubahan sikap inilah yang kemudian memunculkan berbagai perdebatan di ruang publik, terutama di kalangan pegiat lingkungan, masyarakat adat, dan kelompok masyarakat sipil yang selama ini mengikuti perkembangan proyek PSN di Merauke.

Polemik Film Pesta Babi

Nama Mama Sinta kembali menjadi perhatian setelah melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya pada 29 Mei 2026.

Laporan tersebut berkaitan dengan kemunculan wajah dan keterangannya dalam film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono. Mama Sinta mengaku tidak pernah memberikan persetujuan agar dirinya ditampilkan dalam film yang diputar di berbagai daerah tersebut.

Ia menyatakan merasa kecewa karena wajah dan keterangannya digunakan tanpa izin. Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar soal film, melainkan menyangkut martabat dan hak pribadinya.

Kuasa hukumnya menyebut laporan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi. Kasus tersebut kemudian memicu diskusi yang lebih luas mengenai batas-batas penggunaan identitas narasumber dalam karya dokumenter, jurnalistik, dan audiovisual.

Di sisi lain, sutradara film Pesta Babi, Dandhy Laksono, meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi Mama Sinta atas sikap yang diambilnya. Menurutnya, setiap orang berhak menentukan pilihan dan sikapnya sendiri.

Membantah Isu Intimidasi dan Keterlibatan Haji Isam

Di tengah polemik yang berkembang, Mama Sinta juga membantah berbagai narasi yang beredar di media sosial. Ia menepis tudingan yang menyebut dirinya dijemput aparat TNI atau diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad.

Baca Juga: Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Menurut Mama Sinta, kedatangannya ke Jakarta dilakukan atas kemauannya sendiri untuk mencari keadilan terkait penggunaan wajahnya dalam film Pesta Babi. Ia juga menegaskan tidak pernah bertemu dengan Haji Isam dan tidak mengalami intimidasi dari aparat keamanan.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah perubahan sikapnya terhadap proyek food estate dan langkah hukum yang ia tempuh.

Mengapa Sosok Mama Sinta Menjadi Sorotan?

Perjalanan Mama Sinta mencerminkan kompleksitas posisi masyarakat adat yang berada di tengah berbagai kepentingan besar: pembangunan, investasi, perlindungan lingkungan, dan kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Di satu sisi, ia pernah dikenal sebagai tokoh yang lantang menyuarakan kekhawatiran terhadap proyek food estate di Papua Selatan. Di sisi lain, ia kini mendukung proyek yang sama dengan alasan membuka peluang ekonomi dan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Load More