News / Internasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 13:57 WIB
Arsip - Umat Islam beribadah di halaman Masjid Dome of the Rock di Komplek Al-Aqsa, kawasan Kota Tua Yerussalem, Kamis (12/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
Baca 10 detik
  • Pemukim Israel mengibarkan bendera di kompleks Masjid Al-Aqsa, memicu kecaman keras dari pemerintah Malaysia pada Selasa lalu.
  • Malaysia menilai tindakan provokatif tersebut berupaya mengubah status sejarah dan identitas budaya Yerusalem Timur yang diduduki Israel.
  • Pemerintah Malaysia mendesak PBB mengambil langkah nyata untuk menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional yang telah terjadi.

Melalui pernyataan tersebut, Malaysia kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Kuala Lumpur menyatakan tetap mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Berdasarkan pengaturan status quo yang berlaku selama puluhan tahun, umat Islam menjalankan ibadah di kompleks tersebut, sementara isu akses dan kunjungan kelompok lain kerap menjadi sumber ketegangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden yang melibatkan pemukim Israel di kawasan Al-Aqsa berulang kali memicu kecaman dari negara-negara Muslim dan organisasi internasional.

Malaysia menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan tempat-tempat suci, serta pemenuhan hak-hak rakyat Palestina.

Load More