- Pemukim Israel mengibarkan bendera di kompleks Masjid Al-Aqsa, memicu kecaman keras dari pemerintah Malaysia pada Selasa lalu.
- Malaysia menilai tindakan provokatif tersebut berupaya mengubah status sejarah dan identitas budaya Yerusalem Timur yang diduduki Israel.
- Pemerintah Malaysia mendesak PBB mengambil langkah nyata untuk menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional yang telah terjadi.
Suara.com - Tindakan pengibaran bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa oleh sejumlah pemukim kembali memicu reaksi internasional.
Malaysia menilai insiden tersebut sebagai bagian dari upaya yang dapat mengubah karakter budaya, sejarah, dan identitas kawasan Yerusalem Timur yang diduduki.
Pemerintah Malaysia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
Malaysia Kecam Insiden di Kompleks Al-Aqsa
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengutuk keras penyerbuan terbaru yang dilakukan sejumlah pemukim ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan aparat keamanan Israel.
Pengibaran bendera Israel di area masjid tersebut dinilai sebagai tindakan provokatif yang berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan.
Malaysia menegaskan bahwa segala bentuk upaya yang bertujuan mengubah status, karakter budaya, maupun nilai historis Masjid Al-Aqsa tidak dapat diterima.
"Tindakan terbaru oleh pemukim ilegal dengan dukungan rezim Zionis Israel merupakan upaya untuk mengubah realitas di lapangan serta karakter budaya, sejarah, dan kesucian Masjid Al-Aqsa," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia di Kuala Lumpur, dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).
Menurut Malaysia, tindakan tersebut tidak hanya menyentuh aspek politik, tetapi juga menyangkut sensitivitas keagamaan umat Islam di seluruh dunia.
Baca Juga: Timnas Malaysia U-19 Percaya Diri Tatap Piala AFF U-19 2026, Singapura Jadi Ujian Awal
Desak PBB Ambil Langkah Konkret
Pemerintah Malaysia menilai tindakan tersebut bersifat provokatif dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di wilayah Palestina.
Kuala Lumpur juga menegaskan bahwa berbagai tindakan yang terjadi di kawasan Yerusalem tidak boleh dibiarkan tanpa respons dari masyarakat internasional.
Malaysia meminta PBB untuk tidak hanya mengeluarkan pernyataan kecaman, tetapi juga mengambil langkah nyata sesuai hukum internasional.
Pemerintah Malaysia mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut dimintai pertanggungjawaban melalui mekanisme internasional yang berlaku.
Tegaskan Dukungan terhadap Palestina
Berita Terkait
-
Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!
-
Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Bertemu Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026, Ini Alasannya
-
Serunai Maut I: Kisah Kematian Massal yang Mengerikan
-
Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi