"Di sini ada jalur transportasi mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia dan bisa meracuni tubuh manusia," kata Rafika.
Ancaman tersebut bukan lagi sekadar teori. Ecoton menemukan jejak mikroplastik di sejumlah sampel biologis manusia dalam penelitian yang dilakukan di Jawa Timur.
Salah satunya ditemukan pada cairan ketuban ibu hamil di Gresik.
"Kami pernah mengambil sampel mikroplastiknya, salah satunya di ibu hamil yang ada di Gresik. Itu ditemukan di ketuban ibu hamil," ujar Rafika saat ditemui beberapa waktu lalu.
Berdasarkan wawancara terhadap 42 ibu hamil, paparan mikroplastik diduga berasal dari aktivitas sehari-hari, seperti membakar sampah di sekitar rumah, menggunakan wadah plastik untuk makanan panas, hingga penggunaan produk rumah tangga dan kosmetik berbahan plastik.
Tidak hanya itu, Ecoton juga menemukan mikroplastik jenis polyethylene pada sejumlah sampel sperma pria. Jenis plastik ini umum ditemukan pada botol air minum sekali pakai, kemasan sachet, dan kantong plastik tipis.
Menurut Rafika, hasil pemeriksaan dokter andrologi menunjukkan adanya berbagai kelainan bentuk sperma pada sampel yang terpapar.
"Dokternya sendiri menjelaskan ada banyak kelainan sperma, misalnya ekornya ada dua, kemudian ekornya kecil, pendek, kemudian kepalanya juga ada yang lebih besar daripada ekornya," ungkapnya.
Lebih jauh, mikroplastik dinilai berbahaya karena membawa ribuan senyawa kimia yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Baca Juga: TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
"Sifat kimia si plastik itu seperti magnet. Jadi apapun yang ada di sekitarnya, dia akan diikat oleh si mikroplastik," jelas Rafika.
Akibatnya, mikroplastik tidak hanya masuk sebagai partikel asing, tetapi juga membawa berbagai zat pencemar lain yang menempel di permukaannya.
Apa yang bisa dilakukan?
Menurut Rafika, membersihkan sampah di laut dan pesisir tetap diperlukan. Namun, langkah tersebut tidak akan cukup jika aliran sampah dari daratan terus berlangsung.
Karena itu, solusi utama harus dimulai dari sumbernya, yakni mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak rumah tangga, memperkuat sistem daur ulang, serta mendorong penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
"Yang paling bagus memang stop dari hulu penggunaan plastiknya," tegasnya.
Ia juga menilai penanganan sampah plastik membutuhkan tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah, dan produsen.
"Kalau sudah tercecer di lingkungan, yang bertanggung jawab multipihak: pemerintah, masyarakat, dan produsen melalui regulasi EPR," ujarnya.
Melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR), produsen didorong untuk menarik kembali kemasan produknya atau mendesain ulang kemasan agar tidak berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan.
Sementara itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat pengawasan dan menegakkan regulasi yang telah mewajibkan pengurangan sampah plastik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa
-
Cemburu Buta Berujung Bacok Pegawai Restoran di Tomang, Dua Pelaku Ditangkap
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo