News / Internasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 20:28 WIB
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menegur PM Israel Benjamin Netanyahu terkait serangan militer Israel terhadap Hezbollah di Beirut pada 1 Juni 2026.
  • Trump khawatir eskalasi militer Israel di Lebanon akan menggagalkan upaya negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Teheran.
  • Netanyahu menolak tekanan Trump dengan menegaskan bahwa Israel tetap akan melanjutkan operasi militer jika serangan Hezbollah ke wilayahnya masih berlanjut.

Namun, pernyataan Trump tampaknya tidak sepenuhnya sejalan dengan sikap pemerintah Israel.

Netanyahu menegaskan kebijakan negaranya terhadap Hizbullah tidak berubah.

"Malam ini saya berbicara dengan Presiden Trump dan menyampaikan bahwa jika Hizbullah tidak menghentikan serangan terhadap kota-kota dan warga kami, Israel akan menyerang target-target teror di Beirut," kata Netanyahu.

Netanyahu menambahkan bahwa militer Israel tetap akan melanjutkan operasi sesuai rencana di wilayah Lebanon selatan.

Pernyataan tersebut menunjukkan Israel masih mempertahankan opsi militer meski mendapat tekanan dari Washington.

Perbedaan sikap ini memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus mempertahankan hubungan erat dengan Israel.

Di saat yang sama, negosiasi dengan Iran menjadi faktor penting yang dapat menentukan arah konflik Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.

Jika ketegangan kembali meningkat, bukan hanya hubungan AS-Israel yang terdampak, tetapi juga peluang tercapainya kesepakatan diplomatik yang selama ini diupayakan Washington dengan Teheran.

Baca Juga: Susahnya Masuk AS! Timnas Afsel Berangkat ke Piala Dunia 2026 Tanpa Asisten Pelatih

Load More