News / Nasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:02 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Habiburokhman mengapresiasi keakraban Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu 1 Juni lalu.
  • Megawati dinilai menunjukkan etika negarawan yang elegan dengan tetap menghormati Prabowo demi menjaga persatuan serta membatasi polarisasi.
  • Habiburokhman menegaskan bahwa komunikasi antara Prabowo dan Megawati selalu terjaga harmonis sejak lama hingga saat ini.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, memberikan apresiasi tinggi terhadap momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6).

Habiburokhman menyebut sikap yang ditunjukkan Megawati merupakan contoh nyata etika seorang negarawan.

Ia pun secara gamblang membandingkan sikap Megawati dengan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang belakangan melontarkan kritik keras terhadap kunjungan luar negeri Presiden.

"Ini contoh kebalikannya dari yang ditunjukkan Pak Dino. Apa yang Ibu Mega lakukan, beliau itu walaupun partainya di luar pemerintahan, tetap menunjukkan sikap yang elegan sebagai negarawan," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Megawati menunjukkan kedewasaan berpolitik dengan tetap menghormati Prabowo sebagai Presiden yang saat ini menjabat.

Ia menilai, meskipun kader PDI Perjuangan di DPR RI tetap melayangkan kritik sebagai bagian dari fungsi pengawasan, posisi Megawati sebagai tokoh bangsa tetap menjaga harmoni.

"Beliau menghormati Pak Prabowo sebagai presiden yang saat ini menjabat. Bu Mega sendiri sangat elegan menghormati posisi Pak Prabowo dan sebagai sesama tokoh bangsa menunjukkan komitmen yang kuat untuk membatasi polarisasi," jelasnya.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6/2026) (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Habiburokhman menambahkan bahwa sikap Megawati bertujuan untuk menjaga persatuan bangsa agar tidak terus terkotak-kotak.

"Bukan malah ngompor-ngomporin seperti Dino gitu kan ya, tapi membatasi polarisasi. Nah ini contoh yang elegan dari Bu Mega, kita sangat hormat dan respek," tegas Ketua Komisi III DPR RI tersebut.

Baca Juga: Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal

Terkait momen pegangan tangan dan keakraban kedua tokoh tersebut, Habiburokhman menegaskan bahwa hubungan antara Prabowo dan Megawati memang selalu terjaga dengan baik di level tertinggi.

Ia mengaku telah lama menjadi saksi bagaimana komunikasi keduanya tetap lancar, bahkan jauh sebelum Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden.

"Sangat harmonis ya. Saya sendiri dari dulu, sejak Pak Prabowo belum Presiden, sering menjadi saksi bagaimana beliau-beliau masih menjalin komunikasi yang amat baik di level paling tinggi itu," pungkasnya.

Load More