- PNM menyalurkan 2.700 buku ke 27 sekolah di pedalaman Indonesia untuk meningkatkan akses literasi siswa setempat.
- Penyaluran buku dalam rangkaian HUT ke-27 PNM ini dilakukan melalui program RE3forE pada pilar pendidikan.
- Bantuan buku tersebut berhasil meningkatkan minat baca siswa dan memperluas wawasan mereka akan dunia luar.
Suara.com - Di berbagai sekolah sederhana yang terletak di wilayah pedalaman Indonesia, suasana pagi yang biasanya tenang berubah menjadi lebih riuh dari biasanya.
Tawa anak-anak pecah menyambut kehadiran tumpukan buku baru yang siap mengisi rak-rak kayu yang selama ini hanya dihuni oleh beberapa koleksi lama yang sudah usang.
Kehadiran ratusan halaman baru ini membawa warna, cerita, dan imajinasi segar yang belum pernah mereka temui sebelumnya di tengah keterbatasan akses informasi.
Mata anak-anak tersebut tampak berbinar saat satu per satu buku mulai dibuka. Tanpa komando, ada yang langsung memilih duduk lesehan di sudut kelas, tenggelam dalam kisah petualangan yang memikat.
Ada pula kelompok kecil yang saling berebut menunjukkan gambar-gambar menarik kepada teman sebangkunya. Beberapa anak terlihat begitu hati-hati membalik halaman demi halaman, seolah sedang memegang sesuatu yang sangat berharga dan tidak ingin merusaknya sedikit pun.
Bagi banyak anak yang tinggal di wilayah pedalaman, buku bukanlah sesuatu yang mudah dijangkau.
Jarak geografis dan keterbatasan infrastruktur seringkali menjadi penghalang utama bagi mereka untuk mendapatkan bahan bacaan berkualitas.
Oleh karena itu, kehadiran bantuan sebanyak 2.700 buku yang disalurkan oleh PNM ke 27 sekolah menjadi sebuah peristiwa besar. Aksi ini lebih dari sekadar tambahan koleksi bacaan di perpustakaan sekolah.
Buku-buku tersebut menghadirkan pengalaman baru yang nyata bagi para siswa. Kehadirannya membuka jendela pengetahuan yang selama ini tertutup, sekaligus menumbuhkan mimpi-mimpi yang selama ini hanya tersimpan dalam benak mereka tanpa tahu bagaimana cara mewujudkannya.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu
Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan literasi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, setiap buku yang sampai ke tangan anak-anak membuat mereka berani mengenal dunia yang lebih luas dari sekadar lingkungan tempat tinggal mereka.
Isi dari buku-buku yang disalurkan pun sangat beragam, mulai dari cerita tentang berbagai profesi, pengenalan budaya nusantara, ilmu sains dasar, hingga kisah-kisah inspiratif.
Melalui bacaan tersebut, anak-anak di pelosok mulai menemukan bahwa masa depan memiliki begitu banyak kemungkinan.
Mereka tidak lagi merasa terbatas oleh garis batas desa atau hutan yang mengelilingi sekolah mereka.
Semangat perubahan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 PNM yang dikemas dalam program RE3forE.
Program ini mengusung konsep Reduce, Re-love, dan Restyle yang berfokus pada empat aspek utama, yakni environment (lingkungan), economy (ekonomi), empowerment (pemberdayaan), dan education (pendidikan).
Berita Terkait
-
Rumitnya Hubungan Tanpa Status di Novel Denial
-
Ulasan Novel Sayap Berlian, Fantasi Seru dengan Plot Mengejutkan
-
The Night Country dan Misteri Kematian Para Penyintas Hinterland
-
Novel Koko Holmes: Petualangan Kucing Cerdas dalam Misi Menegangkan
-
Review Buku Dark Psychology: Mengenal Sisi Gelap Pikiran Manusia
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup