- KPAI mendesak Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis usai maraknya kasus keracunan.
- Pergantian pimpinan harus menjadi momentum pembenahan desain, pengawasan, serta pelaksanaan program guna memastikan efektivitas penurunan angka stunting di Indonesia.
- Pemerintah didesak meningkatkan transparansi data serta menerapkan standar keamanan pangan ketat untuk melindungi kesehatan seluruh penerima manfaat program.
Suara.com - Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak boleh berhenti sebagai sekadar rotasi jabatan.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta momentum tersebut dijadikan titik awal evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan kerap disorot akibat berbagai persoalan tata kelola hingga kasus keracunan massal.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menegaskan program MBG membutuhkan mekanisme evaluasi yang berbeda dibanding program pemerintah pada umumnya.
Sebab, dampak program pemberian makanan langsung dirasakan penerima manfaat dalam waktu singkat.
"Memberi makan adalah program yang dampaknya terjadi seketika. Begitu pula ketika terjadi kesalahan tata kelola yang berujung pada keracunan massal. Karena itu tata kelola MBG membutuhkan perubahan yang cepat dan mendasar, tidak bisa menunggu evaluasi tahunan," kata Jasra dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Menurut KPAI, berbagai laporan yang diterima dari masyarakat sipil menunjukkan masih tingginya kejadian keracunan yang diduga terkait pelaksanaan MBG. Korbannya bukan hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu, bayi, hingga lansia.
Karena itu, KPAI menilai pergantian pimpinan BGN harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap desain, pengawasan, dan pelaksanaan program.
Meski menganggap pencopotan Kepala BGN terlambat, KPAI menegaskan langkah tersebut tetap perlu dimanfaatkan untuk mengembalikan fokus program kepada tujuan utamanya, yakni memperbaiki status gizi masyarakat dan menekan angka stunting.
"Kami tidak ingin MBG hanya menjadi program bagi-bagi makanan," ujar Jasra.
Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
KPAI juga mendesak Kementerian Kesehatan membuka data serta hasil evaluasi terkait efektivitas MBG dalam menurunkan stunting. Transparansi tersebut dinilai penting, termasuk untuk mengetahui dampak program terhadap anak-anak yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selama sekitar satu setengah tahun melakukan pengawasan, KPAI mencatat masyarakat sipil telah menyampaikan sedikitnya tujuh rekomendasi kepada pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan MBG.
Rekomendasi tersebut antara lain memprioritaskan program di daerah dengan tingkat kerawanan pangan tinggi, melakukan evaluasi tata kelola secara menyeluruh, memperketat standar keamanan pangan, hingga memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan program.
Selain itu, KPAI juga mendorong pemerintah mempertimbangkan model distribusi alternatif, termasuk pelibatan kantin sekolah dalam penyediaan makanan guna mengurangi risiko kontaminasi silang yang berpotensi memicu keracunan.
Bagi KPAI, pergantian pimpinan BGN seharusnya menjadi momentum untuk mengubah orientasi program dari sekadar distribusi makanan dalam skala besar menjadi instrumen kesehatan masyarakat yang lebih efektif.
Menurut Jasra, desain MBG ke depan perlu lebih berfokus pada pendekatan preventif dan promotif guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mampu menjawab persoalan stunting yang masih menjadi tantangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
-
Gedung Kantor Sendiri 'Digerogoti'! KPK Ungkap Kerugian Rp35,7 M di Proyek Pemkab Lamongan
-
Fakta Baru! Tak Cuma Johnny Wakum, Mama Sinta Juga Polisikan Dandhy Laksono Buntut Film Pesta Babi
-
Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
-
Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta
-
Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun
-
Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal