News / Nasional
Rabu, 03 Juni 2026 | 11:55 WIB
Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Keempat anggota TNI dituntut 2,5 tahun penjara. [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Oditur Militer menuntut empat anggota BAIS TNI hukuman 2,5 tahun penjara atas kasus penganiayaan berat terhadap Andrie Yunus.
  • Persidangan berlangsung di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026, terkait motif dendam atas aksi interupsi korban.
  • Tuntutan pidana diberikan karena tindakan balas dendam tersebut merugikan fisik korban serta merusak reputasi institusi TNI secara luas.

Suara.com - Oditur Militer II-07 Jakarta membacakan tuntutan terhadap empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Keempat terdakwa adalah Sersan Dua Edi Sudarko (Terdakwa I), Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi (Terdakwa II), Kapten Nandala Dwi Prasetyo (Terdakwa III), dan Letnan Satu Sami Lakka (Terdakwa IV).

Dari tuntutan 2 tahun 6 bulan penjara, Oditur Militer, Letnan Kolonel Chk Muhammad Iswadi, S.H. turut mencatat sejumlah hal yang meringankan bagi keempat terdakwa.

Pertama, para terdakwa disebut belum pernah menjalani hukuman pidana sebelumnya.

Kedua, oditur menilai para terdakwa bersikap kooperatif selama proses persidangan berlangsung.

Ketiga, para terdakwa dinilai menunjukkan penyesalan atas perbuatan yang telah mereka lakukan.

“Para terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya. Para terdakwa jujur dan berterus terang dalam persidangan. Para terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” jelas oditur saat sidang.

Hakim menampilkan foto salah satu terdakwa yang juga terkena air keras Serda Edi Sudarko (kedua kanan) pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym]

Kendati demikian, oditur tetap menyatakan bahwa perbuatan para terdakwa merupakan tindak pidana yang dikualifikasikan sebagai penganiayaan berencana yang mengakibatkan luka berat.

“Perbuatan para terdakwa adalah bentuk extra-legal revenge atau balas dendam di luar hukum yang mengakibatkan penderitaan fisik bagi korban dan kerugian reputasi yang sangat sulit dipulihkan bagi institusi TNI di mata nasional maupun internasional,” terang oditur dalam poin lain.

Baca Juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk

Motif keempat terdakwa disebut oditur dipicu oleh dendam atas aksi interupsi Andrie Yunus dalam rapat revisi Undang-Undang TNI pada 16 Maret 2025, yang dianggap melecehkan martabat institusi TNI.

Para terdakwa dituntut Pasal 467 ayat (1) juncto ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 20 huruf c undang-undang yang sama, dengan masing-masing tuntutan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani.

Load More