Dalam Open House ini juga ditampilkan simulasi pembelajaran menggunakan smartboard, termasuk materi biologi tentang ekosistem dan kuis interaktif yang melibatkan guru dan siswa. Kegiatan ini memperlihatkan metode pembelajaran yang adaptif dan partisipatif.
Antusiasme orang tua terlihat tinggi. Salah satunya Sumantri, orang tua Annisya Ramadani, yang berharap anaknya dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui Sekolah Rakyat.
“Saya berharap anak saya setelah masuk sini bisa jadi orang sukses, bisa menemukan jalan untuk dirinya sendiri,” ujarnya.
Selain itu, tiga calon siswa dari Komunitas Adat Terpencil Suku Talang Mamak juga berhasil dijaring, yakni Kepin, Rido, dan Rio Andriyanto. Kepin mengaku ingin melanjutkan pendidikan untuk mengejar cita-citanya menjadi tentara.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memaparkan progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Bagan Pete, sebagai bagian dari pembangunan lebih dari 100 titik sekolah permanen di seluruh Indonesia.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Gubernur, Wali Kota yang telah berkolaborasi. Karena penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah kerja sama antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” tuturnya.
Gubernur Jambi Al Haris turut menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kami memastikan setiap kabupaten/kota menyiapkan lahan yang tidak bermasalah secara hukum agar pembangunan bisa berjalan cepat,” ujarnya.
Baca Juga: Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun
Dengan pendekatan berbasis data, afirmasi pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas. ***
Berita Terkait
-
Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun
-
Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Tasikmalaya Masuk Tahap Tiga
-
Mensos Gus Ipul: Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat Lampaui Target, Capai Lebih dari 42 Ribu Anak
-
Temui Wamensos, Tiga Bupati Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Mensos dan Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Hingga Dialog dengan Siswa dan Calon Siswa
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Saling Sikut DPR vs Pemerintah Soal Komposisi Anggota Kompolnas di Draf RUU Polri
-
Polisi Masuk ke Sektor Gizi Nasional? Simak Poin-Poin Usulan Pemerintah dalam Revisi UU Polri
-
Bukan Tanpa Alasan! KPK Jelaskan Kehadiran Brimob Bersenjata saat Geledah Rumah Silmy Karim
-
Pengacara Bantah Silmy Karim 'Sulit Dicari': Tak Ada Panggilan, Tiba-Tiba Tersangka
-
Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran
-
CFD Kuningan Minggu Ini, Simak Rute Pengalihan Lalu Lintas Lengkapnya
-
RUU Polri Ubah Batas Pensiun Anggota, Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja
-
Mengapa Mama Sinta Minta Perlindungan LPSK Usai Laporkan Film Pesta Babi?
-
Kontras Ungkap Pola Penghilangan Paksa di Indonesia, Aktor Militer Disebut Dominan