- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik praktik korupsi melalui film Ghost in Cell karya sutradara Joko Anwar di Jakarta.
- Film tersebut menyoroti karakter koruptor mewah bernama Prakasa Kitabuming yang memiliki nomor tahanan identik dengan tanggal lahir Jokowi.
- Hasto menekankan pentingnya gotong royong sebagai solusi melawan ketidakadilan dan kegagalan sistem sosial dalam berbangsa dan bernegara.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melempar pujian sekaligus kritik tajam usai menyaksikan film terbaru besutan sutradara kenamaan Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell.
Hasto menilai film tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah karya simbolik yang "menelanjangi" praktik korupsi dan keserakahan di Indonesia.
Berbicara dalam acara nonton bareng yang digelar Kulturnesia dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno di Megaria, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026), Hasto menyoroti karakter utama dalam film tersebut.
Tokoh itu digambarkan sebagai seorang pengusaha tamak yang tetap bisa menikmati kemewahan luar biasa meski raga sudah mendekam di balik jeruji besi.
Yang menarik perhatian, tokoh pengusaha korup dalam film itu bernama Prakasa Kitabuming, seorang pria asal Solo yang memiliki nomor registrasi tahanan 21061961.
Angka tersebut identik dengan tanggal lahir Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, yakni 21 Juni 1961.
“Ini sangat simbolik. Maka ini film yang mencerdaskan,” ujar Hasto usai pemutaran film tersebut.
Sentilan Soal Kemewahan di Penjara
Hasto menilai Joko Anwar sangat piawai dalam menyelipkan kritik lewat detail-detail kecil namun menohok.
Baca Juga: Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
Ia menggarisbawahi bagaimana karakter Prakasa Kitabuming digambarkan tetap memegang kendali dan hidup mewah meski statusnya adalah narapidana korupsi.
“Dalam film ini Joko Anwar dengan sangat cerdas menyampaikan bagaimana ada pengusaha yang sangat tamak sehingga ketika dia ditangkap di penjara pun karena kasus korupsi, maka pengusaha yang namanya Prakarsa Kitabuming ini kemudian masih menikmati kemewahan yang luar biasa,” ungkapnya.
Lebih jauh, Hasto memperingatkan bahwa kengerian yang ditampilkan dalam film Ghost in Cell bisa menjadi kenyataan pahit di dunia nyata jika tata kelola negara diabaikan.
Baginya, film ini adalah potret distopia yang lahir dari kegagalan sistem sosial dan politik.
“Meskipun nampak ada kengerian tetapi itulah kalau negara tidak dikelola dengan baik, apa yang disampaikan di dalam film dengan berbagai kritik sosial, politik dan juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu bisa terjadi,” tegas pria asal Yogyakarta tersebut.
Meski sarat akan kritik pedas, Hasto melihat ada secercah harapan di akhir cerita.
Ia menyoroti momen ketika para tahanan yang berasal dari kelompok berbeda akhirnya bersatu padu. Aliansi tak terduga ini terbentuk untuk menghabisi Prakasa dan sang sipir penjara yang selama ini menyiksa mereka secara zalim.
Bagi Hasto, adegan tersebut merupakan manifestasi dari semangat kebersamaan yang menjadi inti dari ideologi bangsa.
“Dan kita harus bersama-sama membangun kesadaran baru dengan bergotong royong sebagai sari pati Pancasila dengan membangun Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Bikin Buruh Tertawa, Kapolri Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun: Mau Demo Pak Jumhur!
-
Abaikan Aspirasi Rakyat Berujung Korupsi, PDIP: Kasus BGN Harusnya Bisa Dicegah Sejak Awal!
-
Heroik! Niat Bantu Warga, Petugas Damkar Malah Tertimpa Gedung dan Harus Jalani CT Scan
-
Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
-
Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan
-
Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban
-
Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?