Temuan ini juga memperlihatkan tantangan yang lebih besar dalam sistem daur ulang global. Selama ini, ekspor limbah menjadi cara bagi negara maju untuk mengelola sebagian sampah plastik mereka.
Namun ketika negara-negara penerima mulai membatasi impor, negara pengekspor harus mencari solusi di dalam negeri.
Indonesia telah memperketat aturan impor limbah plastik sejak 2021 dan menerapkan larangan total impor limbah plastik mulai 2025. Malaysia juga mengambil langkah serupa dengan membatasi penerimaan limbah dari negara yang tidak memenuhi ketentuan internasional.
Sementara itu, Uni Eropa berencana melarang ekspor limbah plastik ke negara non-OECD mulai November 2026.
Kebijakan tersebut mendorong negara-negara maju untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan limbah domestik mereka. Tantangannya tidak kecil. Di Amerika Serikat, misalnya, tingkat daur ulang plastik pada 2021 hanya sekitar 5–6 persen. Bahkan dengan peningkatan kapasitas fasilitas yang ada, tingkat daur ulang diperkirakan hanya bisa mencapai 7–9 persen.
Mengurangi Sampah dari Sumbernya
Penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan sampah plastik tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan limbah, tetapi juga dengan kesehatan publik dan keadilan lingkungan.
Para ahli menilai solusi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan ekspor atau daur ulang. Diperlukan perubahan yang lebih mendasar, mulai dari desain kemasan yang lebih mudah digunakan kembali, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga penerapan tanggung jawab produsen terhadap limbah yang mereka hasilkan.
Dengan volume sampah plastik global yang diperkirakan terus meningkat hingga 2050, tantangan terbesar bukan hanya ke mana sampah dikirim, tetapi bagaimana dunia mengurangi produksi sampah sejak awal.
Baca Juga: Bukan Lagi Urusan TPA, Kini Sampah Adalah Urusan Kita Semua
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami
-
Dasco Bahas Percepatan Investasi dan Tata Kelola Ekspor Bersama Sejumlah Menteri
-
Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?
-
Masuk Istana, Said Iqbal Dinilai Tak Mewakili Seluruh Buruh Indonesia
-
Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran
-
3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran
-
Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Dapur MBG di Palembang Hentikan Operasional, Sebut Anggaran Belum Cair
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Hari Ini