- Trump memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan serangan ke Iran karena berisiko kehilangan dukungan
- Meski ada upaya diplomasi dan jeda konflik, kedua pihak masih saling menyerang
- Negosiasi damai masih berlangsung, namun eskalasi di berbagai wilayah membuat stabilitas gencatan senjata belum terjamin.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel berisiko berperang sendirian jika kembali melanjutkan serangan terhadap Iran.
Pernyataan tegas ini muncul di tengah jeda konflik dan upaya diplomasi menuju kesepakatan damai.
Peringatan tersebut disampaikan Trump saat ketegangan antara Israel dan Iran mulai mereda setelah kedua pihak sepakat menghentikan serangan sementara.
Situasi ini menjadi eskalasi paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan pada April lalu.
“Saya bilang, ‘Bibi, kamu harus hati-hati, atau kamu akan sendirian dalam waktu dekat’,” ujar Trump dalam wawancara dengan Axios.
Trump juga mendesak kedua pihak untuk berhenti menembak dan memberi ruang bagi negosiasi damai.
Meski demikian, laporan menyebut Israel tetap melancarkan serangan ke Iran pada Senin dini hari, menyasar sistem pertahanan udara dan fasilitas petrokimia.
Iran merespons dengan serangan rudal ke wilayah utara Israel, termasuk target pangkalan militer.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dari kedua belah pihak dalam saling serang tersebut.
Baca Juga: Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?
Sebagian besar rudal berhasil dicegat sistem pertahanan Israel di udara.
Netanyahu menegaskan bahwa negaranya memiliki hak penuh untuk membela diri.
“Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri, dan kami akan melakukannya sesuai kebutuhan,” ujarnya dalam pernyataan televisi.
Di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas eskalasi konflik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut setiap pelanggaran gencatan senjata akan menyeret Washington sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab.
Upaya diplomasi masih terus berjalan di balik layar.
Berita Terkait
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?
-
Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
-
Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'
-
Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir
-
Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi