Bisnis / Keuangan
Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Rupiah menguat ke Rp18.144 per dolar AS, naik 43 poin atau 0,24% setelah sepekan berada dalam tren pelemahan.
  • Meredanya ketegangan Iran-Israel dan turunnya harga minyak dunia menjadi sentimen positif yang mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
  • Penguatan rupiah sejalan dengan mata uang Asia dan pelemahan indeks dolar AS, membuka harapan munculnya titik balik bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Suara.com - Perdagangan  rupiah  terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan  pagi ini mengalami penguatan. Mata uang Garuda bangkit perlahan usai sepekan mengalami pelemahan.

Mengacu pada data kompilasi pasar spot Bloomberg,  rupiah pagi ini (9/6/2026) ditutup melemah ke level Rp18.144 per dolar AS

Mata uang Garuda naik sebesar 43 poin atau setara 0,24  persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan pelan  sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp18.187  per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah menguat dikarenakan menurunnya harga minyak dunia. Lantaran, meredanya tensi  politik di Timur Tengah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak dunia oleh meredanya geopolitik di Timur Tengah dimana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menilai bahwa  pasar ekuitas regional yang naik kuat pagi ini dan bisa  diikuti pasar ekuitas domestik maka akan bisa mendukung rupiah hingga penutupan. 

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

Mata uang Garuda menguat bisa menjadi titik terang untuk ekonomi Indonesia.  

"Penguatan sehari tidak ada dampak pada ekonomi, namun diharapkan bisa menjadi titik balik. Range 18100-18200," jelasnya.

Penguatan rupiah juga terjadi di beberapa mata uang Asia lainnya. Salah satunya,  Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,79 persen, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,32 persen dan  baht Thailand menguat 0,11 persen.

Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Lalu ada dolar Singapura menguat 0,09 persen. Peso Filipina menguat 0,07 persen, yuan China menguat 0,07 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,004 persen terhadap dolar AS pagi ini.

Sedangkan yen Jepang dan dolar Taiwan melemah terhadap dolar AS pagi ini dengan pelemahan masing-masing 0,02 persen dan 0,11 persen.

Selain  itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,96, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 100,04.

Load More