-
Kabinet Israel mendesak penahanan perempuan dan anak-anak Lebanon untuk melemahkan perlawanan Hezbollah.
-
Elite politik Tel Aviv mengancam akan menghancurkan ibu kota Beirut secara total.
-
Agresi militer Israel telah menewaskan 3.600 warga dan memicu perang proksi dengan Iran.
Suara.com - Blok politik sayap kanan di dalam pemerintahan Israel mulai mendesak perluasan agresi militer secara radikal ke wilayah Lebanon. Mereka menuntut serangan udara langsung ke ibu kota hingga opsi penahanan warga sipil untuk mematahkan perlawanan kelompok Hezbollah.
Langkah ekstrem ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya pembersihan etnis baru di Timur Tengah. Desakan tersebut mencuat di tengah meningkatnya intensitas saling serang menggunakan pesawat tanpa awak.
Rencana radikal ini disampaikan secara terbuka dalam pertemuan khusus komite keamanan tingkat tinggi Israel. Jajaran menteri kabinet mendesak militer bertindak di luar batas konvensional.
“Kita harus berpikir di luar kotak mengenai Hezbollah, dan kita juga harus mempertimbangkan untuk menduduki wilayah dan membunuh banyak teroris,” kata Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir saat pertemuan Kabinet Keamanan Israel pada Senin malam, seperti dikutip oleh surat kabar Maariv.
Ben-Gvir juga menyerukan untuk “menangkap perempuan dan anak-anak,” dengan mengatakan, “Inilah yang paling menyakiti mereka.”
Seruan senada juga datang dari pejabat tinggi lain yang menginginkan kendali teritorial penuh atas Lebanon selatan. Pemerintah sayap kanan dinilai memanfaatkan situasi ini untuk memperluas batas geografis mereka.
Menteri Urusan Permukiman Orit Strock secara terbuka menyerukan pendudukan wilayah di Lebanon.
Langkah ofensif ini dianggap krusial oleh kelompok radikal untuk menghentikan pasokan logistik musuh. Di sisi lain, kebutuhan akan pasokan logistik tempur internal juga mulai mendesak.
“Israel membutuhkan banyak senjata,” ujar Yitzhak Wasserlauf, Menteri Pembangunan Perbatasan, Negev, dan Galilea dari partai ekstrem kanan Otzma Yehudit, dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu
Sementara itu, diplomasi regional kian buntu karena Tel Aviv menolak opsi gencatan senjata. Mereka menuduh lawan sengaja mengulur waktu untuk memperkuat barisan.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Hezbollah berusaha menyeret Israel ke dalam “perang atrisi.”
Sektor strategis di ibu kota Lebanon kini menjadi target utama dalam daftar bombardir militer selanjutnya. Pejabat Israel mengklaim serangan ke pusat kota akan memberikan dampak psikologis yang besar.
Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar menyerukan peningkatan serangan udara di pinggiran selatan Beirut.
Otoritas Tel Aviv meyakini kekuatan militer mereka mampu meredam intervensi kekuatan asing lainnya. Mereka menantang balik setiap gertakan bersenjata yang datang dari sekutu Hezbollah.
“Saya yakin warga Iran memahami bahwa memasuki konfrontasi langsung dengan Israel adalah tindakan yang tidak bijaksana,” kata Zohar kepada radio lokal Israel 103 FM.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi
-
Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu
-
Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga
-
KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Silmy Karim, Sita Dokumen hingga Uang Tunai
-
Disorot Karena Urusi Begal, KSAD TNI: Begal Takut Lihat Tentara!
-
KSP Dudung Abdurachman Ungkap Nasib Motor Listrik BGN Senilai Rp1,03 Triliun
-
Pramono Ancam Blacklist Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung
-
BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino
-
Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas