- Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, memperingatkan negara Barat agar berhenti memicu konflik demi dominasi geopolitik di Timur Tengah.
- Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X pada Senin tersebut menegaskan bahwa pencipta kekacauan justru akan terperangkap sendiri.
- Strategi memelihara instabilitas kawasan dinilai akan menjadi bumerang yang justru menghancurkan kekuatan global yang merancang konflik tersebut secara permanen.
Suara.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan peringatan keras bernada filosofis yang menohok pihak-pihak hegemonik Barat dan sekutunya terkait akar instabilitas di kawasan Timur Tengah.
Taktik menciptakan konflik berkepanjangan demi mempertahankan dominasi geopolitik diyakini justru akan menjadi bumerang yang menghancurkan para arsitek kekacauan itu sendiri.
Pesan tajam ini seolah menyoroti kegagalan strategi politik luar negeri sejumlah kekuatan global yang selama ini dianggap memelihara krisis demi memperkuat pengaruh mereka di panggung internasional.
Taktik Kekacauan yang Menjadi Bumerang
Para penghasut yang merancang krisis dan mengeksploitasi tipu daya pada akhirnya hanya akan terperangkap dalam jaring ketidakstabilan yang mereka rajut sendiri.
Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Esmaeil Baqaei melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Senin waktu setempat.
Ia merefleksikan konsekuensi dari ambisi negara-negara tertentu yang terus mengejar pengaruh global dengan mengorbankan perdamaian dunia.
"Dia yang membangun 'tangga' dari 'kekacauan' meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia akan bangkit untuk berkuasa atas manusia," tulis Esmaeil Baqaei di X dikutip dari Tasnim News.
"Namun dia tetap buta terhadap kebenaran pertama dan paling tak terelakkan: pembuat kekacauan selalu menjadi korban utamanya."
Baca Juga: Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
Tawanan dari Krisis yang Diciptakan Sendiri
Baqaei menyoroti bagaimana pihak-pihak yang tidak menghargai komitmen perdamaian akan terus terjebak dalam siklus konflik yang melelahkan dan tak berujung.
Mereka seolah dipaksa terus memicu peperangan baru hanya agar api konflik lama yang mereka buat tidak padam.
"Pria yang tidak menemukan nilai dalam menghormati kewajibannya atau menjaga perdamaian, tetapi malah makmur melalui perselisihan, tipu daya, dan perselisihan abadi, menghukum dirinya sendiri pada kerja keras yang melelahkan dan seperti Sisifus."
"Setiap hari dia harus menyalakan api baru hanya untuk memberi makan api yang lama."
"Dia bukanlah penguasa krisis, melainkan tawanannya; dan tidak ada tawanan, betapapun mengesankan bayangannya, yang dapat disebut benar-benar kuat."
Berita Terkait
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi
-
AS Berulah, Wasit Terbaik FIFA Dilarang Masuk dan Batal Bertugas di Piala Dunia 2026
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Usia Pensiun Jenderal Bintang Empat Polri Bisa Diperpanjang, Presiden Pegang Kunci
-
Utusan Khusus Raffi Ahmad Disebut di Sidang Bea Cukai, Mensesneg Pilih Bahas Ekonomi
-
UU Baru Bolehkan Polisi Urus Gizi Nasional hingga Pangan, Eddy Hiariej: Prinsipnya 'To Serve'!
-
Tak Hanya Uang Tunai, KPK Amankan Dolar AS hingga Riyal dalam OTT Bupati Muara Enim Edison
-
Selain Kantor WIKA, Polri Sisir Jakarta-Jatim, Geledah 3 Lokasi Terkait Korupsi PTPN XI
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Nama OB Dicatut, KPK Bongkar Taktik Bupati Muara Enim Edison Tampung Duit Haram Rp2 Miliar
-
Harga Rp28 Juta Jadi Rp42 Juta! MAKI Bongkar Mark-up Motor Listrik BGN ke Kejagung
-
Optimalisasi Pembangunan, DPRD DKI Dorong Percepat Penyerahan Aset Fasos Fasum
-
Bukan Ratusan Juta, KPK Sita Rp2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim Edison