News / Internasional
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:14 WIB
Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran dan Israel menghentikan serangan langsung pada Senin setelah mendapat desakan gencatan senjata dari Presiden Amerika Serikat.
  • Konfrontasi militer sebelumnya sempat memicu guncangan pada pasar komoditas global dan kenaikan harga minyak mentah sebesar 5%.
  • Teheran menyatakan siap kembali angkat senjata jika Israel melanjutkan agresi militer terhadap kelompok milisi Hezbollah di Lebanon.

Suara.com - Pemerintah Iran dan Israel pada Senin mengumumkan penghentian aksi saling serang secara langsung. Langkah penahanan diri ini diambil menyusul adanya desakan kuat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kendati demikian, pihak Teheran melontarkan peringatan keras bahwa mereka siap mengangkat senjata kembali apabila militer Israel tetap melanjutkan agresi militer terhadap kelompok milisi Hezbollah di Lebanon.

Kontroversi benturan langsung antarkedua kekuatan utama regional tersebut sempat mengancam draf kesepakatan damai yang tengah diupayakan Washington untuk mengakhiri konfrontasi terbuka yang telah pecah sejak beberapa bulan lalu.

Kabar eskalasi militer yang sempat memanas sempat memicu guncangan hebat pada pasar komoditas dan mata uang global.

Harga minyak mentah dunia dilaporkan sempat melesat hingga 5% sesaat setelah serangan udara masif bergulir, sebelum akhirnya melorot kembali usai komando militer Iran mengumumkan bahwa gelombang gempuran pertama mereka telah dinyatakan selesai.

Di sisi lain, indeks mata uang dolar AS juga terpantau sedikit melorot dari level tertingginya dalam dua bulan terakhir setelah ketegangan mulai mereda.

Rangkaian serangan balik ini bermula ketika Teheran meluncurkan gelombang rudal ke wilayah kedaulatan Israel pada Minggu malam.

Aksi tersebut diklaim sebagai bentuk pembalasan atas operasi militer Israel yang menyasar basis Hezbollah di pinggiran kota Beirut.

Merespon rudal Iran, jet tempur Israel bergerak membalas dengan menghancurkan sistem pertahanan udara serta kompleks industri petrokimia yang dituding menjadi basis produksi rudal balistik Iran.

Baca Juga: 16 Tahun Absen di Piala Dunia, Bek Paraguay Emban Misi Bikin Donald Trump Menangis

Menanggapi hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali meluncurkan serangan balasan dengan menargetkan fasilitas serupa milik Israel di kota Haifa. Hingga saat ini, otoritas kedua belah pihak melaporkan tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat insiden tersebut.

Presiden AS Donald Trump terus menekan kedua belah pihak agar segera menyepakati gencatan senjata permanen. Melalui platform media sosial pribadinya, Trump mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif tengah berjalan.

"Negosiasi akhir menuju 'Perdamaian' sedang berlangsung, sejauh ketidaktahuan atau kebodohan tidak menghalanginya," tulis Trump.

Dibalik formalitas tersebut, tensi diplomatik antara AS dan sekutu utamanya sempat memanas. Berdasarkan wawancara eksklusif bersama Axios, Trump mengaku telah memberikan peringatan keras secara personal kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump menegaskan bahwa jika Tel Aviv bersikeras menyeret kawasan ke dalam perang total dengan Iran, maka Washington kemungkinan besar tidak akan ikut campur secara militer.

"Saya katakan, 'Bibi, kamu harus berhati-hati, atau kamu akan berjuang sendirian dalam waktu dekat,'" ungkap Trump.

Load More