News / Metropolitan
Rabu, 10 Juni 2026 | 10:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai Rabu, 10 Juni 2026 di Jakarta.
  • Kenaikan harga tersebut dilakukan Pertamina guna menyesuaikan dinamika minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
  • Gubernur Pramono Anung optimistis kebijakan ini mendorong warga Jakarta beralih menggunakan infrastruktur transportasi umum yang tersedia.

Suara.com - Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026) disambut optimistis oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia meyakini lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tersebut akan mendorong lebih banyak warga ibu kota beralih ke transportasi umum.

"Dengan kenaikan BBM ini maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar. Apalagi ke 15 golongan kan kami gratiskan, apakah itu orang tua, ASN, TNI, Polri," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Kenaikan kali ini merupakan penyesuaian kedua pada Juni 2026, setelah Pertamina sebelumnya melakukan perubahan harga pada 1 Juni 2026.

Pertamax Green 95 turut mengalami kenaikan signifikan, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, produk lain seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan dari harga yang telah disesuaikan pada awal bulan ini.

Pertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan akibat dinamika harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah, sehingga harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap berada pada level keekonomian yang kompetitif.

Sementara itu, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan BioSolar Rp6.800 per liter guna menjaga daya beli masyarakat.

Pramono menegaskan infrastruktur transportasi umum di Jakarta telah siap menampung lonjakan penumpang yang mungkin terjadi akibat kenaikan harga BBM.

"Di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik. Pilihannya juga banyak apakah itu MRT, LRT, TransJakarta, TransJabodetabek, Mikrotrans, JakLingko dan sebagainya," papar mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Baca Juga: Berapa Harga Pertamax Sekarang? Ini Update Setelah Resmi Naik pada 10 Juni 2026

Pramono juga menjamin tarif TransJakarta maupun TransJabodetabek tidak akan membebani pengguna transportasi umum, meskipun layanan terakhir disebut-sebut akan segera mengalami penyesuaian tarif.

"Prinsipnya, pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh dan tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali," tutupnya.

Load More