- Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online yang dianggap sebagai bentuk eksploitasi digital serius.
- Pemerintah menyoroti kerentanan kognitif anak terhadap manipulasi berbagai saluran digital yang membahayakan tumbuh kembang dan keselamatan mereka secara jangka panjang.
- Pemerintah mengakselerasi Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem digital aman.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyebut keterlibatan anak dalam praktik judi online tidak dapat dipandang sebagai kenakalan atau persoalan perilaku semata. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan bentuk eksploitasi digital yang membutuhkan penanganan serius dan menyeluruh.
Pernyataan itu disampaikan menyusul data Kementerian Komunikasi dan Digital yang menunjukkan sekitar 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 ribu anak bahkan berusia di bawah 10 tahun.
Arifah mengatakan angka tersebut menjadi alarm serius bahwa ruang digital masih menyimpan ancaman nyata terhadap tumbuh kembang dan keselamatan anak.
"Anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan karena belum memiliki kematangan kognitif untuk memahami manipulasi digital maupun risiko jangka panjang dari aktivitas perjudian," kata Arifah, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, anak mudah terpapar praktik judi online melalui berbagai saluran digital, mulai dari iklan terselubung, permainan bermuatan perjudian, promosi influencer, hingga transaksi digital yang belum sepenuhnya dipahami risikonya oleh anak-anak.
Karena itu, Arifah menilai perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya mengandalkan pemutusan akses situs maupun penindakan hukum.
"Pencegahan, edukasi, pengawasan, dan pendampingan berkelanjutan harus diperkuat," katanya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah tengah mengakselerasi implementasi Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring (PARD) yang akan menjadi pedoman nasional dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online. Ia menegaskan praktik tersebut merupakan penipuan yang dirancang agar pemain terus mengalami kerugian dalam jangka panjang.
Baca Juga: 7 Tips Membangun Anak Tangga Sesuai Feng Shui: Rezeki Mengalir, Rumah Tangga Harmonis
Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga platform digital, dapat mempersempit ruang gerak praktik judi online yang menyasar anak-anak Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
Terkini
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah
-
Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
-
BBM Naik, Pramono Optimistis Warga Jakarta Bakal Beralih ke Transportasi Umum
-
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut