- Ketua Komisi XI DPR RI menanggapi kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku saat ini.
- Kenaikan harga BBM tersebut dipastikan berdampak langsung terhadap potensi peningkatan angka inflasi di tingkat konsumen nasional.
- DPR dan pemerintah sedang merumuskan stimulus ekonomi untuk melindungi kelompok masyarakat menengah yang terdampak kenaikan harga tersebut.
Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, menanggapi kenaikan signifikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 yang berlaku baru-baru ini. Menyadari potensi dampaknya terhadap daya beli, Misbakhun mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah merumuskan langkah-langkah stimulus bagi masyarakat.
Sebagaimana diketahui, harga Pertamax melonjak tajam dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Tren kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green 95 (RON 95) yang kini dibanderol Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.
Misbakhun tidak menampik bahwa kenaikan harga BBM ini akan berdampak langsung pada angka inflasi nasional. Meski besaran pastinya masih dihitung, ia memastikan adanya tekanan harga di tingkat konsumen.
"Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, 0 sekiannya itu kita belum tahu. Karena kan Pertamax ini kan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat," ujar Misbakhun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menyikapi potensi kenaikan inflasi tersebut, Misbakhun menegaskan bahwa pihak DPR dan Pemerintah tidak tinggal diam.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan untuk menyiapkan bantalan ekonomi atau stimulus bagi sektor-sektor terdampak.
"Itu (stimulus) sedang dirumuskan. Tadi kita diskusinya di sana," tegasnya.
Menurutnya, proses penghitungan saat ini sedang berjalan untuk menentukan bentuk insentif yang paling tepat.
Fokus utamanya adalah kelompok masyarakat menengah yang selama ini mengonsumsi Pertamax, namun memiliki kondisi ekonomi yang berdekatan dengan pengguna Pertalite (BBM bersubsidi).
Baca Juga: Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
"Sudah didiskusikan, sedang lagi dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektor. Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berimpitan dengan Pertalite. Nah kita ingin pastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan