- Sektor swasta membangun 126 unit fasilitas sanitasi bagi warga di Desa Kampung Besar dan Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
- Penyediaan fasilitas sanitasi ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup, kesehatan keluarga, serta mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting.
- Program kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta merawat sarana yang telah disediakan.
Menurutnya, dampak program akan terasa maksimal jika warga ikut menjaga dan merawat sarana yang telah dibangun.
“Dengan adanya deklarasi ODF ini harapannya dapat digunakan dan difungsikan sebagaimana mestinya dengan kesehatan yang semakin meningkat,” ucapnya.
Dukungan terhadap program ini turut disampaikan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, menegaskan sanitasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“ODF ini merupakan salah satu rangkaian yang harus kita jalani untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Hendra.
Ia menambahkan, sanitasi yang baik juga berperan dalam pencegahan stunting.
Lingkungan bersih menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan anak dan keluarga.
“Salah satu program utama adalah pencegahan stunting dan salah satu cara untuk mencegah stunting adalah ODF,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun mengapresiasi kontribusi pihak swasta dalam pembangunan fasilitas sanitasi tersebut.
Program ini dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Festival Tabuh Bedug Digelar di Teluknaga, Gubernur Banten Dorong Jadi Event Nasional
Melalui inisiatif ini, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas hidup warga.
Akses sanitasi yang lebih baik diharapkan menjadi fondasi bagi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Festival Tabuh Bedug Digelar di Teluknaga, Gubernur Banten Dorong Jadi Event Nasional
-
Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi
-
Soroti Sanitasi di Aceh Tamiang Pascabencana, Kementerian PU Siapkan TPA Rantau
-
Kementerian PU Tancap Gas Pulihkan Sanitasi Pascabencana, TPA Rantau Disiapkan Permanen
-
Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Bahaya Drainase Rumah yang Tersumbat
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap