News / Metropolitan
Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB
Momen Presiden Jerman melintas di Medan Merdeka Selatan. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juni 2026.
  • Prosesi iring-iringan kenegaraan melintasi sejumlah ruas jalan utama ibu kota dengan pengawalan ketat petugas keamanan sejak pagi hari.
  • Pemerintah menerapkan kebijakan penutupan lalu lintas secara situasional demi memastikan kelancaran serta keamanan rangkaian kendaraan presiden selama perjalanan berlangsung.

Suara.com - Suasana Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, berubah menjadi panggung diplomasi kelas dunia pada Senin (15/6/2026) pagi menjelang siang sekitar pukul 11.15, saat iring-iringan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier melintas menuju Istana Kepresidenan.

Kunjungan resmi kepala negara Jerman itu menjadi salah satu agenda diplomatik paling bergengsi yang mewarnai ibu kota pada hari ini, ditandai dengan pengamanan berlapis di sepanjang ruas-ruas jalan utama Jakarta sejak pukul 08.00 WIB.

Rangkaian iring-iringan dibuka oleh barisan Polisi Militer yang mengendarai motor besar berwarna putih-biru, melaju dengan kecepatan konstan sembari memastikan jalur benar-benar steril sebelum rombongan utama melintas.

Lampu strobe biru dari motor-motor pengawal membelah arus lalu lintas yang telah diberhentikan sementara, menciptakan kesan urgensi sekaligus kewibawaan yang khas dari sebuah prosesi kenegaraan.

Di jantung konvoi, sebuah mobil kepresidenan Mercedes-Benz S-Class hitam mengkilap meluncur anggun, dengan dua bendera kecil berkibar di kap depan: bendera Republik Federal Jerman berlajur hitam, merah, dan emas di sisi kanan, bersanding dengan Merah Putih Indonesia di sisi kiri.

Di bahu-bahu jalan, personel kepolisian dan petugas keamanan berdiri tegak dengan jarak teratur, membuat barikade selama kendaraan Presiden Steinmeier melintas.

Rombongan ditutup oleh sejumlah kendaraan SUV hitam yang mengangkut tim Paspampres selaku unit pengawal, disertai dua motor yang beriringan tepat di belakang kendaraan presiden.

Penutupan lalu lintas diterapkan secara situasional, yakni hanya pada saat rangkaian kendaraan kenegaraan benar-benar melintas di ruas-ruas jalan yang telah ditetapkan, meliputi Jalan Halim Perdanakusuma, MT. Haryono, Gatot Subroto, Asia Afrika, Sudirman-Thamrin, hingga kawasan Medan Merdeka.

Gedung-gedung pencakar langit di kawasan Jakarta Pusat berdiri sebagai latar belakang yang kontras namun serasi.

Baca Juga: Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026

Sementara deretan pohon rindang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan menghadirkan nuansa yang sedikit lebih sejuk di tengah cuaca ibu kota yang cerah. 

Load More