- Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, dalam peringatan Hari Buruh pada Jumat, 1 Mei 2026.
- Para peserta aksi membawa atribut organisasi dan menyuarakan aspirasi mereka dengan tertib di sepanjang jalan Medan Merdeka Selatan.
- Petugas gabungan berjaga ketat untuk memastikan kelancaran lalu lintas serta ketertiban selama rangkaian aksi May Day berlangsung hingga sore.
Suara.com - Kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat berubah menjadi lautan manusia dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5/2026).
Ribuan massa dari berbagai elemen serikat pekerja mulai memadati ruas jalan utama di kawasan Monumen Nasional (Monas) tersebut.
Peserta aksi dari berbagai wilayah datang membawa atribut lengkap, mulai dari bendera organisasi hingga spanduk tuntutan yang dibentangkan di sepanjang jalan.
Terlihat bendera besar bertuliskan "SPSI" dan "ASPEK Indonesia" berkibar gagah di sela-sela kepadatan massa yang terus merangsek maju.
"May Day," demikian narasi singkat yang terpampang jelas pada kaus beberapa pekerja, sebagai simbol pengingat hari bersejarah bagi kaum buruh sedunia.
Tak hanya memadati jalanan, para peserta aksi juga terlihat berjalan tertib di sepanjang jalur trotoar depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Kehadiran sejumlah mobil komando yang disulap menjadi wahana sound horeg turut menjadi daya tarik utama yang memeriahkan suasana aksi kali ini.
Dentuman musik dari pelantang suara masing-masing kendaraan seolah jadi pelengkap semangat para buruh di tengah paparan sinar matahari yang mulai menyengat.
Petugas gabungan pun berjaga ketat di sekitar area untuk mengatur arus lalu lintas dan menjamin ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan
Kepadatan di kawasan Monas ini diprediksi akan terus bertahan hingga sore hari, seiring dengan rangkaian kegiatan yang sudah dijadwalkan.
Peringatan May Day 2026 sendiri diharapkan kembali menjadi momentum bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi serta hak-hak mereka secara kolektif di hadapan publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Terkena PHK Sepihak? Jangan Panik! Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan agar Cair
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
-
Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera
-
Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!
-
rabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia
-
Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur
-
Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh