News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 15:03 WIB
Mantan Ketua BEM UGM periode 2025, Tiyo Ardianto. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menemukan dua alat pelacak pada mobil yang digunakannya selama perjalanan Yogyakarta-Semarang.
  • Tiyo menduga alat pelacak tersebut dipasang untuk meneror dirinya setelah ia mengikuti agenda diskusi dan aksi demonstrasi.
  • Polda DIY belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut namun mempersilakan Tiyo untuk segera melapor secara prosedural.

Suara.com - Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Klaim Temukan Dua Alat Pelacak di Mobil, Polda DIY Persilakan Buat Laporan
Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengaku menemukan dua alat pelacak yang diduga dipasang pada mobil yang dikendarainya. Temuan itu disebut terjadi setelah dirinya mengikuti sejumlah agenda di Semarang hingga menghadiri aksi demonstrasi di kawasan Gejayan, Yogyakarta.

Tiyo mengatakan mulai merasa ada kejanggalan saat melakukan perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta pada Sabtu (13/6/2026). Saat itu, ponselnya menerima notifikasi yang mengindikasikan adanya perangkat pelacak di sekitarnya. Namun, karena sedang menyetir, ia belum sempat memeriksanya.

Ia menjelaskan, perjalanan bermula dari Kudus menuju Semarang pada Jumat (12/6/2026). Setelah sempat berhenti makan dan terjebak kemacetan, Tiyo tiba di hotel di Semarang sekitar pukul 19.00 WIB.

Keesokan harinya, ia menghadiri sebuah diskusi di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang. Di lokasi tersebut, Tiyo mengaku merasa diikuti oleh sejumlah orang yang tidak dikenalnya.

"Di sana saya sudah mendapati ada beberapa orang tidak dikenal yang menguntit dan kemudian memfoto saya secara jelas, termasuk ketika saya berjalan. Itu menurut saya menjadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," kata Tiyo saat dikonfirmasi awak media, Senin (15/6/2026).

Usai kegiatan sekitar pukul 12.30 WIB, Tiyo langsung bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Gejayan.

Klaim Temukan Dua Alat Pelacak

Menurut Tiyo, notifikasi di ponselnya kembali muncul setelah aksi demonstrasi selesai, sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Saat memeriksa kendaraannya, ia mengaku menemukan sebuah alat berbentuk kotak yang memiliki magnet dan ditempel di bagian belakang bodi mobil.

"Notifikasi itu muncul kembali dan segera saya cek. Saya temukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya," ungkapnya.

Baca Juga: Awas Macet! Ribuan Aparat Gabungan Kawal Demo Mahasiswa Hari Ini: DPR hingga Monas Dijaga Ketat

Setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, alat tersebut dilepas dan direndam ke dalam air. Namun, keesokan harinya saat kembali menuju Semarang, notifikasi serupa kembali muncul.

Tiyo kemudian meminta bantuan rekannya untuk memindahkan alat tersebut. Meski begitu, setelah tiba di kawasan bandara, notifikasi kembali muncul. Saat dilakukan pemeriksaan ulang, ia mengaku menemukan alat lain berbentuk lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban kanan belakang mobil.

"Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain, yaitu lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban kanan belakang," ujarnya.

Diduga Sudah Dipasang Sejak Jumat Malam

Tiyo menduga kedua alat tersebut dipasang pada waktu yang berbeda. Dugaan itu muncul karena alat pertama yang ditemukan masih dalam kondisi bersih meski mobil sempat melewati hujan saat perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta.

Ia mengaku sempat memeriksa perangkat tersebut menggunakan aplikasi pelacak di ponselnya. Dari hasil pengecekan, alat kedua diduga telah aktif sejak Jumat malam.

Load More