News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB
Presiden ketujuh Joko Widodo atau Jokowi hadir untuk bersilaturahmi dengan Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU
Baca 10 detik
  • Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyatakan urusan partai dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sudah resmi berakhir.
  • PSI memberikan sinyal kuat bahwa Joko Widodo akan segera bergabung dan menempati posisi terhormat sebagai patron partai.
  • PDIP menegaskan tidak khawatir terhadap dampak elektoral karena PSI tetap gagal ke parlemen pada Pemilu 2024 lalu.

Kendati begitu, Bestari belum mau secara tegas soal Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Ia hanya menyampaikan Jokowi akan menempati tempat yang terhormat sebagai patron partai.

"Belum pun Pak Jokowi, belum pun Pak Jokowi ada dalam struktur, kami sudah meletakkan beliau, bersepakat meletakkan beliau sebagai patron panutan kami dalam berpartai di PSI," katanya.

"Ah, jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang diberikan apa, apa, yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi," sambungnya.

Sementara itu dikofirmasi Suara.com secara terpisah, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, jika dirinya belum menyebut secara terang-terangan nama Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina.

Grace hanya menyebut jika sosok Bapak J akan berjaket PSI dan sebagai Bapak Dewan Pembina.

"Saya katakan Bapak J. Saya tidak sebut Pak Jokowi," kata Grace kepada Suara.com, Sabtu sore.

Ia mengatakan, semua pihak sebaiknya menunggu saja soal benar atau tidaknya Jokowi akan segera menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

"Ditunggu saja hehe," katanya.

Baca Juga: Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

Load More