News / Nasional
Selasa, 16 Juni 2026 | 09:03 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berada di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (15/6/2026). (Antara/Kementan)
Baca 10 detik
  • Wamentan Sudaryono mengalami tindakan fisik berupa pukulan dan lemparan air saat diskusi di UGM, Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
  • Kericuhan terjadi akibat sekelompok peserta menuntut penghentian forum diskusi yang dihadiri sejumlah pejabat negara tersebut secara paksa.
  • Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ruang demokrasi melalui dialog terbuka terkait persoalan agraria bersama mahasiswa.

"Kalau ada yang keliru, kita perbaiki. Itu cerminan demokrasi. Orang boleh punya pendapat, tetapi juga harus menghargai pendapat orang lain," ujarnya.

Di tengah polemik yang terjadi, ia menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa yang datang dengan harapan mengikuti dialog secara terbuka namun tidak dapat mengikuti forum secara maksimal akibat kericuhan.

"Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi," tandasnya.

Menutup keterangannya, Sudaryono menegaskan pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat.

"Atas dasar cinta kepada negara, kami siap berdialog dengan siapa pun. Ini bukti bahwa pemerintah demokratis dan terbuka terhadap kritik maupun masukan," pungkasnya.

Load More