-
Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata lewat pembukaan blokade ekonomi serta Selat Hormuz.
-
Kesepakatan rahasia setebal 1,5 halaman ini memberi waktu 60 hari untuk membahas program nuklir.
-
Perdamaian terancam kolaps karena Israel menolak menarik pasukan militer dari wilayah Lebanon Selatan.
"Ini adalah dokumen yang sangat umum," kata Vance.
Vance menambahkan bahwa detail teknis naskah baru akan dibuka ke publik setelah seluruh penyesuaian protokol diplomatik selesai dirampungkan.
"Beberapa protokol diplomatik, beberapa hal teknis yang harus diselesaikan," ujar Vance kepada CBS News.
4. Konflik Hizbullah yang Berpotensi Menggagalkan Perjanjian
Absennya kelompok perlawanan Lebanon dan militer Tel Aviv dalam kesepakatan damai ini menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat memicu perang baru.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara tegas menolak menarik pasukannya dari wilayah Lebanon selatan, yang memicu reaksi keras dari kelompok Hizbullah.
Kelompok perlawanan Lebanon tersebut menyatakan komitmennya untuk terus mengangkat senjata hingga seluruh militer asing angkat kaki dari tanah mereka.
Namun, pejabat senior Washington mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai ini memang sama sekali tidak membatasi hak militer Israel untuk merespons serangan lawan.
5. Isolasi Politik Benjamin Netanyahu di Panggung Domestik
Baca Juga: Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini berada dalam posisi politik yang sulit setelah sekutu utamanya, Donald Trump, memilih jalur diplomasi sepihak.
Langkah sepihak Gedung Putih ini memicu gelombang kritik tajam dari oposisi maupun internal koalisi pemerintahan di Tel Aviv menjelang pemilu mendatang.
Netanyahu menegaskan bahwa keputusan damai tersebut murni kebijakan luar negeri Washington dan negaranya tetap memprioritaskan penumpasan ancaman nuklir secara mandiri.
"Itu adalah keputusan Trump," cetus Netanyahu pada hari Senin, seraya menambahkan bahwa Israel memiliki kepentingannya sendiri.
Eskalasi militer berskala besar ini bermula dari serangan udara mendadak yang dilancarkan oleh aliansi Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran.
Operasi tersebut berdampak fatal dengan tewasnya pemimpin tertinggi serta jajaran elite politik Teheran, yang memicu aksi balasan bersenjata selama 7 pekan.
Sebagai bentuk perlawanan, Iran memblokade Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi seperlima pasokan minyak dunia hingga memicu krisis energi global.
Meskipun infrastruktur militernya hancur akibat bombardemen, ketahanan Teheran dalam melumpuhkan ekonomi global memaksa Washington beralih ke meja perundingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP
-
Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
-
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili
-
Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?
-
Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang
-
Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!
-
PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral