- Polisi menangkap pria berinisial YM di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, atas dugaan pemerasan terhadap pekerja proyek billboard.
- Peristiwa yang viral di media sosial tersebut terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026, sekitar pukul 22.29 WIB malam.
- Penyidik Polsek Senen masih mendalami kasus tersebut karena pelaku membantah melakukan pemerasan dan mengaku hanya memberikan teguran saja.
Suara.com - Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cat duko ditangkap polisi setelah diduga melakukan pemerasan terhadap pekerja proyek pemasangan billboard di kawasan Jalan Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat.
Aksi tersebut sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam video yang salah satunya diunggah akun Instagram @arifinofficial_, korban yang merupakan pekerja proyek billboard mengaku menjadi sasaran pemerasan saat tengah melakukan pekerjaan di lokasi.
Unggahan akun media sosial bahkan menyebut pelaku kerap mangkal di kawasan tersebut.
"Sasar pekerja proyek billboard JPO! Aksi pemerasan oleh oknum tukang cat terjadi di Salemba Raya, Senen dini hari tadi," tulisnya.
Menindaklanjuti video yang viral itu, Polsek Senen bergerak cepat dan mengamankan pria berinisial YM yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Pelaku masih diamankan," kata Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro saat dihubungi wartawan, Selasa (16/6/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 22.29 WIB.
Saat itu, sebuah mobil bak terbuka berwarna hitam tengah terparkir untuk melakukan bongkar-pasang banner milik Pegadaian di Jalan Kramat Raya.
Baca Juga: Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
"Diduga pelaku merupakan tukang cat duko yang berada dipinggir jalan Kramat Raya," ungkap Widodo.
Namun, menurut keterangan yang diperoleh polisi, YM membantah telah melakukan pemerasan terhadap para pekerja proyek tersebut.
Kepada polisi ia mengaku hanya menegur para pekerja karena kendaraan yang digunakan dinilai menghalangi area tempatnya bekerja.
Meski demikian, polisi belum menutup perkara tersebut. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap serta mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam insiden yang viral tersebut.
"Masih kami lakukan pendalaman," jelas Widodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi
-
Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian
-
Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga
-
NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat
-
Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar
-
Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi