- Anggota Komisi III DPR RI mendesak aparat menindak tegas praktik perjudian berkedok arena permainan anak di Jakarta.
- Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek lokasi perjudian di Jakarta Utara dan Jakarta Barat pada Rabu, 10 Juni.
- Polisi menyita ratusan mesin judi serta mengamankan lebih dari 60 orang untuk proses pengembangan kasus hukum.
Suara.com - Dugaan praktik perjudian yang berkedok arena permainan anak “Timezone” di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat memicu sorotan dari kalangan legislatif. Aparat penegak hukum (APH) diminta bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menegaskan, apabila terbukti terdapat praktik perjudian yang disamarkan sebagai permainan hiburan, aparat kepolisian harus bertindak tanpa pandang bulu sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan sampai tempat yang seharusnya menjadi sarana rekreasi keluarga justru dimanfaatkan sebagai kedok praktik perjudian,” kata Gus Falah dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP menjadi dasar hukum kuat untuk menindak praktik perjudian, termasuk yang berkedok usaha hiburan.
Dalam konteks ini, sorotan publik mengarah pada dugaan praktik yang dikaitkan dengan arena permainan anak “Timezone” di sejumlah lokasi di Jakarta, yang disebut-sebut menjadi kedok aktivitas perjudian terselubung.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi arena perjudian berkedok permainan anak di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menyebut operasi dilakukan pada Rabu (10/6) malam dan mengamankan lebih dari 60 orang yang diduga terlibat.
Penggerebekan dilakukan di dua lokasi, yakni di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, dan Kalideres, Jakarta Barat. Di lokasi pertama, petugas menyita 76 unit mesin perjudian, sementara di lokasi kedua diamankan 58 unit mesin serupa.
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap peran pengelola, jaringan, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.
Baca Juga: Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?
Berita Terkait
-
Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?
-
Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
-
Terjerat Judi Online, Anak-Anak Disebut Sampai Mencuri dan Berutang Pinjol
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
-
Polymarket Diblokir: Saat "Gercep" Komdigi Hanya Berlaku Jika Mengusik Penguasa?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG
-
Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob